Kapan harus jujur, kapan harus realistis

Oleh Tommy Yoewono

Seorang penjual minyak goreng keliling seperti biasa menjajakan dagangannya di tepian Sungai Citarum. "Nyak nyak minyaaak..." ,teriaknya. Di jalanan menurun tiba-tiba gerobaknya yang penuh dengan botol minyak tergelincir ke Sungai Citarum. Plung ...lap... tenggelam lah gerobak kesayangan nya itu. Huuu..huuu.. .menangislah dia.... "Harus kuberi makan apa istriku nanti ...huuu...."
Tiba-tiba... seorang Malaikat yang baik hati muncul & bertanya : "Hai JUMANTO ...? kenapa gerangankah sehingga engkau menangis begitu.? Ternyata, yang namanya JUMANTO ... tahu juga ya itu Malaikat. Oh Malaikat, gerobak minyak goreng saya tergelincir ke sungai. Baiklah ... aku akan ambilkan untukmu.
Tiba-tiba Malaikat itu menghilang & muncul lagi dengan sebuah kereta kencana dari emas, penuh dengan botol dari intan. Inikah punyamu?" Tanya Malaikat.... ? Bukan, gerobakku tidak sebagus itu, mana mungkin penghasilan saya yang 200 ribu sebulan bisa beli kereta kencana ? Itu pun sudah ditambah komisi penjualan yang cuma sedikit.Malaikat itu pun menghilang lagi & muncul dengan sebuah kereta perak dengan botol dari perunggu.
Inikah punyamu?" tanyanya lagi? Bukan, hai Malaikat yang baik, Punyaku cuma dari besi biasa. botolnya juga botol biasa. Lalu Malaikat itu pergi lagi & kali ini kembali dengan gerobak & botol SI JUMANTO. Inikah punyamu..? Benar ya Malaikat. Terima kasih sekali engkau telah membantu yang lemah ini untuk mengambilkannya untukku. Malaikat berkata : Engkau jujur sekali, ya JUMANTO. Untuk itu sebagai hadiah dari kejujuranmu aku berikan semua kereta dan botol tadi untukmu...." terima kasih ya Tuhan ... terima kasih ya Malaikat.
Sebulan kemudian, JUMANTO rafting bersama istrinya di sungai yang sama, Naas tak dapat ditolak, malang tak bisa dihindari, Perahu karetnya terbalik & istrinya hanyut.
"Huuu, huuu, istriku, di mana engkau, ", isaknya, Tiba-tiba Malaikat pun muncul lagi. Kenapa lagi engkau ya JUMANTO..? Istri saya hanyut & tenggelam di sungai, hai Malaikat.. Ohhh tenang ... aku ambilkan.... "
Plash, Malaikat itu menghilang & tiba-tiba muncul kembali sambil membawa Nafa Urbach, yang ada tato mawar di perutnya. Inikah istrimu?" tanya Malaikat. Betul,betul sekali ya Malaikat ... dialah istriku. Haaaaaaiiii JUMANTO!!! Malaikat membentak marah. Sejak kapan kamu berani bohong.? Di manakah kejujuran kamu sekarang..? Sambil bergetar dan berjongkok, JUMANTO berkata : Ya, Malaikat, kalau aku jujur, nanti engkau menghilang lagi dan membawa Bella Saphira, kalau kubilang lagi bukan, maka engkau akan menghilang lagi dan membawa Luna Maya, lalu kalau kubilang bukan juga engkau menghilang lagi dan membawa istriku yang sebenarnya, Lalu.. engkau akan bilang bahwa aku jujur sekali & engkau akan memberikan ke empat-empatnya kepadaku.Buat membiayai hidup isteriku aja aku kelepotan ya Malaikat, apalagi Nafa Urbah, Bella Saphira, Luna Maya, aduh berat ya Malaikat, Malaikat pun termangu dan angguk - angguk.
Benar juga kamu JUMANTO, kamu realistis... ..

Gagalnya Superhero Amerika di Indonesia

Oleh : Muhammad Hamid

Dengan meningkatnya tingkat kriminalitas di Indonesia dewasa ini, pemerintah Indonesia telah mengirimkan proposal penawaran kerja kepada sejumlah superhero dari negara Paman Sam

Proposal ini menawarkan suatu bentuk kerjasama dimana para superhero diminta kesediaannya untuk bekerja di Indonesia dalam kerjasama dengan Mabes Polri untuk memerangi kriminalitas yang marak terjadi di kota-kota besar Indonesia, khususnya Jakarta.

Tetapi tidak diduga, sejumlah besar superhero MENOLAK ajakan kerjasama ini.

Berikut adalah alasan penolakan tersebut, yang mana membuat Indonesia TERSINGGUNG BERAT….


BATMAN (Bruce Wayne)

Batman menolak ajakan kerjasama ini dengan alasan yang terlalu dibuat-buat. Alasannya adalah :
DIA KEBERATAN MENANGGUNG PAJAK IMPOR BAT-MOBILE KE INDONESIA. BAYANGIN AJA PAJAK IMPOR MOBIL MEWAH YANG SELANGIT, APALAGI UNTUK BAT-MOBIL YANG SECANGGIH ITU


SPIDERMAN (Peter Parker)

Si manusia laba-laba juga menolak ajakan kerjasama ini dengan alasan :
DI INDONESIA HANYA ADA SEDIKIT SEKALI GEDUNG TINGGI, YANG MENYULITKAN DIA UNTUK BERGELANTUNGAN DARI GEDUNG KE GEDUNG. KALAUPUN ADA GEDUNG TINGGI, JARAKNYA TERLALU BERJAUHAN, SEHINGGA SANGAT MENYULITKAN.
BELUM LAGI SAAT BERGELANTUNGAN, DIA TAKUT KECANTOL KABEL LISTRIK DAN TELEPON YANG BANYAK BERSERAKAN DI LANGIT2 KOTA BESAR INDONESIA


INVISIBLE GIRL (Susan Storm dari Fantastic Four)

Dengan jujur menolak dengan alasan MINDER. Kemampuan menghilang yang dimilikinya masih jauh kalah dengan kemampuan menghilang orang-orang Indonesia. Terutama para koruptor


THE THING (Ben Grimm dari Fantastic Four)

Menolak dengan alasan :
DI INDONESIA SUDAH BANYAK ORANG DENGAN KULIT YANG LEBIH TEBAL DARI SAYA.BUKAN HANYA KEBAL PELURU, MALAHAN SUDAH KEBAL MALU SEGALA.


HUMAN TORCH (Johnny Storm dari Fantastic Four)

Si manusia obor ini juga Menolak, sama dengan anggota2 Fantastic 4 yang lain, karena :
BELUM JUGA MULAI BEKERJA, DIA UDAH MENDAPAT PANGGILAN DARI KEJAGUNG KARENA DICURIGAI MENJADI DALANG TERBAKARNYA BEBERAPA PASAR DI INDONESIA.


THE FLASH (Barry Allen)

Sebenarnya Flash sudah mempertimbangkan untuk menerima proposal ini, tetapi setelah melakukan survey ke berbagai lembaga pemerintahan dia akhirnya menolak.
BAYANGKAN AJA, UNTUK MENDAPATKAN TANDA TANGAN KTP AJA ORANG HARUS MENUNGGU BERHARI-HARI. ITU AJA MASIH SABAR. JADI KESIMPULAN SAYA, ORANG INDONESIA TIDAK MEMERLUKAN SEORANG SUPERHERO YANG MEMILIKI KEKUATAN BERUPA KECEPATAN.
KECEPATAN TIDAK ADA ARTINYA BUAT BANGSA YANG ALON-ALON ASAL KELAKON.


SUPERMAN (Clark Kent)

Sang manusia baja ini menolak dengan sopan, karena :
SAYA TAKUT DISANGKUTKAN DENGAN TUNTUTAN MELAKUKAN AKSI PORNOGRAFI/PORNOAKSI KARENA “CELANA DALAM” SAYA ADA DI DEPAN.


AQUAMAN

Sang Manusia Air ini merasa tidak kuat setelah mencoba pekerjaan baru di Indonesia, karena LAUTNYA UDAH TERCEMAR LUMPUR LAPINDO


CAT WOMAN (Selina Kyle)

Menolak setelah ketakutan mendengar lagu KUCING GARONG. Miauw…


WONDER WOMAN

Pada mulanya, sang duta perdamauian dari Atlantis ini merasa yakin bisa membantu pemerintah Indonesia. Tetapi setelah pengamatan lebih lanjut, dia akhirnya menolak juga dengan alasan :
KALO SAYA MATI DI AMERIKA DALAM MENUNAIKAN TUGAS KAN MASIH BERGENGSI, DIBUNUH MONSTER / PENJAHAT SUPER. DI INDONESIA BISA2 SAYA MATI DIGREBEK FPI GARA2 KOSTUM SAYA YANG SUPER SEKSI INI.

KESIMPULAN : Indonesia terlalu ruwet. Bahkan untuk superhero...

Anak yang baik

Oleh : Paul Tom

Gendut, Gepeng, Gondrong dan Gundul adalah alumni sekolah militer. Mereka janjian mengadakan reuni di Restoran Daratista. Sambil makan, mereka berempat berbincang-bincang sambil bernostalgia.

Setelah makan Gendut pamit meninggalkan teman-temannya sebentar untuk nyanyi karaoke. "Minta lagu apa Rek? Last Kiss ah?"

Sambil mendengarkan Gendut nyanyi, teman-temannya melanjutkan obrolan mereka. "Bagaimana anak-anakmu Ndrong?" tanya Gepeng ke Gondrong.

Gondrong bercerita: "Oo, baik baik saja, anak saya kan dua. Yang cewek ikut suaminya jadi Kapolres di Abepura. Sedangkan yang cowok sudah jadi bos, pabriknya dua, PT Newmont dan PT Freeport. Tapi ya gitu...saya yang jadi bapaknya saja tidak pernah dibelikan motor sama sekali, eeeh...pas kemarin pacarnya ulang tahun dibelikan BMW 318i gress,"

"Lha kalau anakmu Peng?"

Gepeng pun bercerita, "Anakku tiga cowok semua, yang dua kerja di Amerika, asistennya Jos Bus, yang bontot sekarang sudah jadi direktur developer rumah.

Tapi agak gendeng juga anak saya yang bontot ini. Rumah bapaknya sudah doyong dibiarkan saja, tapi waktu kemarin pacarnya ulang tahun dibelikan rumah baru."

"Kalau kabar anakmu bagaimana Ndul?"

Sekarang Gundul yang cerita, "Anak saya empat cowok satu, cewek tiga. Sekarang sudah pada mandiri. Yang paling sukses ya anakku yang cowok. Sekarang jadi pialang saham, nemenin Jos Soros. Cuman ya enggak bener juga. Lha...saya ini gak pernah di kasih uang sama sekali, tapi kemarin waktu pacarnya ulang tahun dikasih deposito 100M."

Setelah Gundul cerita, Gendut selesai karaoke, "Nyeritain apa sih Rek?"

"Ini lho Ndut, pada nyeritain anaknya, gimana anakmu Ndut?" tanya Gundul. Setelah nyalain rokok, Gendut cerita.

"Anakku cuma satu aja payah. Aku ingin dia jadi TNI, eee malah jadi bencong. Sudah lima tahun dia buka salon, dari dulu sampe sekarang ya tetep aja nyalon. Tapi meskipun bencong dia tetep anakku. Apalagi dasarnya anak itu baik, pergaulannya luas dan sayang sama bapaknya. Setiap dapat rejeki pasti saya diberi.

Kemarin pas dia ulang tahun, ada temannya yang ngado BMW 318i gress, rumah baru, dan deposito 100M.

Dia bilang semua itu buat bapak saja, dia tetep seneng buka salon saja.

"Jangkrik!!!" teriak Gepeng, Gondrong, dan Gundul hampir bersamaan. (ahm)

Wanita Berpikir Matematis dan Wanita Berpikir Logis

Oleh : Arief Suswantoro

Ada dua orang gadis, salah satu dari mereka cara berpikirnya MATEMATIS (M) dan yang lainnya cara berpikirnya mengandalkan LOGIKA (L). Mereka berdua berjalan pulang melewati jalan yang gelap, dan jarak rumah mereka masih agak jauh. Setelah beberapa
lama mereka berjalan….

M : "Apakah kamu juga memperhatikan, ada seorang pria yang sedang berjalan mengikuti kita kira-kira sejak tigapuluh delapan setengah menit yang lalu? Saya khawatir dia bermaksud jelek."

L : "Itu hal yang Logis. Dia ingin memperkosa kita."

M : "Oh tidak, dengan kecepatan berjalan kita seperti ini, dalam waktu 15 menit dia akan berhasil menangkap kita. Apa yang harus kita lakukan ??"

L : "Hanya ada 1 cara logis yg harus kita lakukan, yaitu berjalan lebih cepat."

M : "Itu tidak banyak membantu, gimana nich..?"

L : "Tentu saja itu tidak membantu, Logikanya kalau kita berjalan lebih cepat dia juga akan mempercepat jalannya."

M : "Lalu, apa yang harus kita lakukan? Dengan kecepatan kita seperti ini dia akan berhasil menangkap kita dalam waktu dua setengah menit.."

L : "Hanya ada satu langkah Logis yang harus kita lakukan.. Kamu lewat jalan yang ke kiri dan aku lewat jalan yang ke kanan. sehingga dia tidak bisa mengikuti kita berdua dan hanya salah satu yang diikuti olehnya."

Setelah kedua gadis itu berpisah, ternyata Pria tadi mengikuti langkah si gadis yang menggunakan logika (L). Gadis matematis (M) tiba di rumah lebih dulu dan dia khawatir akan keselamatan sahabatnya. Tapi, tidak berapa lama kemudian, Gadis Logika (L) datang.

M : "Oh terima kasih Tuhan.. Kamu tiba dengan selamat. Eh, gimana pengalamanmu diikuti oleh Pria tadi?"

L : "Setelah kita berpisah dia mengikuti aku terus."

M : "Ya.. ya.. Tetapi apa yang terjadi kemudian dengan kamu?"

L : "Sesuai dengan logika saya langsung lari sekuat tenaga dan Pria itupun juga lari sekuat tenaga mengejar saya."

M : "Dan.. dan.."

L : "Sesuai dengan logika dia berhasil mendekati saya di tempat yang gelap..."

M : "Lalu.. Apa yang kamu lakukan?"

L : "Hanya ada satu hal logis yang dapat saya lakukan, yaitu saya mengangkat rok saya.."

M : "Oh… Lalu apa yang dilakukan pria tadi?"

L : "Sesuai dengan logika.. Dia menurunkan celananya..

M : "Oh tidak.. Lalu apa yang terjadi kemudian?"

L : "Hal yang logis bukan, kalau gadis yang mengangkat roknya larinya lebih cepat dari pada lelaki yang berlari sambil memelorotkan celananya… So, akhirnya aku bisa lolos dari pria itu..."

Catatan harian seorang wanita cantik

Oleh : Marwoto Adi

Seorang wanita cantik tengah menikmati perjalanannya dalam kapal pesiar. Dia sangat mengagumi kemewahan kapal itu. Baru pertama kali dia melihat kapal seperti itu. Untuk mengenang perjalanannya dia menulis dalam buku hariannya.

Tanggal 13:
Bukan hari yang sial ... namun keberuntungan buatku.
Aku bisa mengenal kapten kapal dan ternyata dugaanku benar ....
Dia sangat gagah dan tampan ...aaah benar-benar beruntungnya aku.

Tanggal 14:
Tanpa kuduga sang kapten mengajakku makan malam dan ..... alamak dia juga sempat memuji kecantikannku ..... Aku jadi tersanjung.

Tanggal 15:
Dia mengajakku makan malam lagi.
Sang kapten ternyata nakal juga ... dia mulai berani mengajakku bercinta dan menunggu jawabanku besok.

Tanggal 16:
Dia menagih janji ..... dengan jual mahal kutolak dia. (Emangnya gua apaan...) eh ... dia malah mengancam akan menenggelamkan kapal beserta 1200 penumpangnya.

Tanggal 17:
Pagi yang cerah ..... aku bangga bisa menyelamatkan nyawa 1200 penumpang.

Obat Kentut

Oleh : Billy Maruf

Alkisah, ada seorang cewek cantik dan sexy. Si cewek berkonsultasi ke seorang dokter. “Ada yang bisa saya Bantu Mbak?” tanya si dokter. “Begini Dok, sudah seminggi ini saya sering kentut. Dalam sejam bisa dua puluh kalian saya kentut. Untungnya kentut saya gak bunyi dan gak bau. Jadi tidak ada yang tahu dengan masalah ini. Tapi kan saya gak enak sendiri, masa cewek secantik saya tukang kentut (ceritanya malu-malutapi tetep narsis)

“Oooohh…. Begitu. Ini saya kasih resep dan minggu depan Mbak datang lagi aja ke sini agar dapat dipantau perkembangannya.”

Minggu depannya si cewek dating lagi ke dokter tersebut.

“Bagaimana Mbak, sudah enakan?” tanya si dokter. “Mmm Dok, sebenarnya resep yang Dokter kasih itu obat apaan sih kalo saya boleh tahu?” tanya si cewek. “Emangnya kenapa Mbak?” “ Begini Dok, begitu saya minum obat itu kok kentut saya jadi bau sekali? Saya sampai hamper pingsan mencium baunya. Untungnya kentut saya masih tetep gak bunyi, jadi masih aman Dok, gak ketauan kalo saya yang kentut.” cerita cewek itu.

“Mmm..kalo begitu hidung Mbak sudah gak buntu lagi. Sekarang Mbak tebus resep ini. Dan minggu depan Mbak ke sini lagi.” kata si Dokter. “Kalo yang ini obat apaan ya Dok?” “Ohh… itu obat telinga.”

Penyakit yang diderita banyak wanita

Oleh : Agus Candra Triyadi

Mungkin ada yg udah pernah dapet info ini, ya namanya juga mulung :

Penyakit yang diderita banyak wanita
__________________________
______________
Untuk para pria, hati-hati!!! !! Untuk para wanita, kenali penyakit
anda

MENGENALI PENYAKIT2 WANITA:

Nangisuitis
Akibat terlalu sensitif. Gejalanya bibir cemberut, Mata kedap- kedip. Efek sampingnya mata bengkak, saputangan banjir,hidung meler,bawaannya ngurung diri atau terkena penyakit Curhatitis A.
Penyakit ini bisa diobati dengan obat Tegaridol, atau OBH( Obat Berhati Hamba).

Curhatitis B
Bawaanya pengen nyerocos terus, efek samping rahasia orang bisa bocor, terkena Nangisuitis. Penyakit ini bisa diarahkan positif jika ia bercuhatitisnya ke orang yang tepat, apalagi sama Tuhan.

Shoping Syndrome
Gejalanya pengen jalan mulu, mata melotot kalo lihat barang bagus.
Efek sampingnya lidah ngiler, mulut nganga, dompet jadi tipis. Jika sudah masuk stadium 4(Parah banget) dompet cowoknya ikut tipis.
Coba minum hematcoid atau tablet PD (pengendalian diri).

Cerewetisme
Lebih parah dari curhatitis, tidak mengandung titik koma. Efek samping muncrat, telinga tetangga budek, dada cowoknya bisa jadi lebih halus karena sering mengelus. Lebih cepat makan pil dengar dan minum tablet bicara lebih diperlambat.

Lamanian Dandanitos
Pengennya diem depan cermin. Tangan kiri gatel gatel pengen pegang sisir, tangan kanan kram-kram pengen teplak-teplok pipi pake bedak.
Efek samping: menor,telat, cowoknya berkarat,gak kebagean makanan.
Minum segera Sari Bawak( Bagi Waktu) dan Taperi (Tambah Percaya Diri). Buat cowoknya minum toleransikipil 230 sendok sehari sesudah dan sebelum mandi.

Cemburunutomy
Gejala muka lonjong, tangan mengepal, alis menukik. Coba cegah dengan sirup prasangka baik 3 sendok sehari, pil pengertian dan tablet selidiki dahulu.

Ngambekilation
Gejala hampir sama dengan Cemburunutomy, minum sabaron dan
Bersyukurinis.

Gossiphorrhea
Dikenal juga sebagai penyakit rumpingitis, yang diderita oleh sebagian besar wanita di seluruh dunia. Penyakit ini divonis oleh para ahli kesehatan sedunia sebagai akibat dari pergaulan, karena kalau tidak bergaul, apalagi kalo ga kenal orang lain sama sekali alias isolasi total, dijamin penyakit ini ga bakal diderita. Orang gila aja yang ngegosip ndirian..

Mungkin 5 atau 10 tahun ke depan WHO bisa mengkategorikan penyakit- penyakit ini sebagai penyakit yang MENGANCAM KELANGSUNGAN HIDUP UMAT LELAKI ALL AROUND THE WORLD…!!!

Termasuk penyakit apa yg anda idap????

Inem oh Inem

Oleh : Agus Candra Triyadi

KRINGGGGG~~~ KRINGGG~~ ~KRINGGGG~ ~!!!", bunyi telepon.
"Halo, selamat siang", jawab seorang wanita setengah baya.
"Lho, siapa ini?", terdengar sahut suara berat seorang pria.
"Oh, saya pembantu baru di sini Pak. Saya baru kerja. Baru datang siang ini."
"Kalau begitu, Ibu mana?"
"Ibu sedang di kamar tidur Pak."
"Kalau begitu tolong panggilkan."
"Maaf Pak, Bapak siapa yah?"
"Saya suaminya."
............ . ............ .??????
"Hah, lha wong Ibu di kamar sama Bapak kok?!", si pembantu kaget
"Apaaaa ?!?!?!" si Bapak lebih kaget lagi.
( Si pembantu jadi bingung... )
"Nama kamu siapa?" tanya si Bapak lagi.
"Nama saya inem, Pak." jawab si Inem dengan gemetar.
"Inem, seperti apa laki-laki yang di kamar dengan ibu?"
"Rambutnya ikal, Pak. Dan pakai kaca mata.", jawab Inem dengan terbata-bata.
"KURANG AJAR !!! Pasti si Johan itu. INEM !!!", teriak Bapak.
"Ya Pak?"
"Coba kamu intip, sedang apa mereka?"
"Aduh Pak, saya ngga berani"
"HEH !!! Saya Tuanmu tau !!! Cepat sana liat !!! Kalau tidak saya pecat kamu."
Dengan lutut gemetar, Inem berjalan sambil mengendap-endap menuju
kamar majikannya. Dengan tangan gemetar dibuka pintu kamar itu dengan
sangat hati-hati agar tidak diketahui orang yang di dalam. Setelah itu dia
melihat keadaan didalam dan langsung ke telpon lagi.
"Halo Pak....."
"Yah, apa yang terjadi disana?" jawab Bapak dengan tidak sabar.
"Anu, Pak..."
"ANU APA ?! CEPAT CERITAKAN !!!" bentak si Bapak.
"Ibu sama laki-laki itu sedang tidur, Pak"
"Cuma tidur?" tanya si Bapak lagi dengan tidak sabar.
"Mereka berdua sedang tidur tapi tidak pakai baju."
"APA ?!?!?! KURANG AJAR !!! SUDAH SAYA DUGA !!!
"DASAR ISTRI SIALAN !!!!", maki si Bapak.
"INEM !!!", panggil si Bapak lagi dengan teriak tentunya.
"Iya Pak"
"Cepat ambil tali dan ikat tangan dan kaki mereka berdua, CEPAT !!!"
"Aduh Pak, kalau ini saya benar-benar nggak berani Pak", jawab Inem
dengan suara yang hampir menangis.
"Dasar kamu bodoh !!! Hayo cepat laksanakan nanti saya kasih uang 1
juta" perintah si Bapak dengan tidak sabar.
Karena diiming-imingi uang, timbul keberanian si Inem. Langsung
diletakkan gagang teleponnya dan larilah dia ke dapur untuk mencari tali.
Setelah didapatkan talinya dengan mengendap-endap Inem masuk ke kamar
majikannya.
Dengan sangat hati-hati agar tidak terbangun, pertama dia ikat
tangan si Pria lalu kakinya.
Kemudian dia ikat tangan dan kaki si Ibu. Tapi sial, karena gugup
tanpa sadar si Ibu terbangun. Melihat Keadaan dirinya yang di ikat, si
Ibu teriak:
"INEM. APA YANG KAMU LAKUKAN ?! Kamu mau merampok yah ?!"
"Maaf Bu, saya disuruh Bapak." langsung si inem lari ke arah telpon, meninggalkan nyonya majikannya yang berteriak-teriak dengan marahnya dan si Pria yang mulai terbangun juga.
"Pak, sudah saya ikat Pak" lapor si Inem dengan ngos-ngosan.
"Bagus, sekarang ambil kamera di meja kerja saya ..."
"Meja kerja Bapak dimana?", potong si Inem.
"Gimana sih kamu ini. Itu yang di bawah tangga."
"Tangga???" si Inem kebingungan
"Di rumah ini kan ngga ada tangganya, Pak. Nggak ada tingkat.", timpal Inem.

Hening sesaat....
"Berapa nomor telpon ini?", tanya si Bapak
"8902076, Pak", jawab si Inem dengan polos.
"Oh, Maaf saya salah sambung."


sorry kalo dah pernah...

SEKALI GARING TETEP AJA GARING!!!!!

Oleh : Marwoto Adi

Apa yang ada di dalam celana dalam wanita, depannya M belakangnya K ?
"Merek" celana dalam

Kencan apa yang paling nakutin?
Kencantol di pucuk Monas

Lobang apa yg rasanya hangat, nikmat, dan nyaman?
LO BANGun pagi-pagi tarik selimut dan tidur lagi

Dewa apa yang kesepian?
De wakto sedang sendere

Apa persamaan antara ASI dan air mineral?
Sumbernya sama, dari pegunungan

Kenapa Makro Jakarta enggak kemasukan air saat banjir?
Karena airnya nggak punya kartu anggota Makro

Minyak apa yang disukai kebanyakan lelaki?
Minyaksikan pirtandingan sipak bola

Mengapa sepeda motor mereknya "Yamaha"?
"Sebab bikinan Jepang. Kalau bikinan Arab mereknya "Ya Mahmud"

Mana lebih luas, daster atau dufan?
Daster, soalnya didalamnya ada 2 pabrik susu dan satu dunia fantasi

Apa perbedaan pintu, dosa, geli dan bau?
Kalau pintu diketuk, kalau dosa dikutuk, kalau geli dikitik, kalau bau asem,hehehe diketek elo kali ye...

Kenapa ayam jantan selesai kawin selalu mematuk kepala ayam betina?
Biar dia lupa siapa yang udah ngawinin dia

Mengapa air laut asin?
Karena ikannya pada keringetan dikejar-kejar nelayan

Kenapa koboi Meksiko kalo berpetualang selalu bawa gitar?
Emangnya disuruh bawa piano? yang bener ajaaa...

Hewan apa yang paling nggak sopan?
Kutu. Soalnya nginjak-nginjak kepala

Perbuatan jelek apa yang dikutuk oleh setan?
********** anak setan

Mengapa kalo orang ketakutan bulu kuduknya berdiri?
Karena di kuduknya tidak ada kursi

Apa bedanya Baby cewex sama baby cowox?
Baby cewex nete'nya cuma ampe umur 5 th, tapi kalo baby cowox nete'nya SEUMUR hidup

Burung apa yang sayapnya satu?
Burung ngelamar kerjaan (sayap satunya megang map)

Dimana letak belakang pohon?
Yang di kencingin orang (Karena belum pernah ada orang yang bilang kencing di depan pohon)

Apa beda susu cap nona dengan susu nona?
Kalau susu cap nona kental manis, kalau susu nona kental-kentul lebih manis

Apa bukti kalo wortel baik untuk kesehatan mata?
Pernah lihat kelinci pake kacamata?

Gajah terbang dengan apa?
Dengan susah payah

Apa perbedaan antara apel dan upil?
Kalau apel di taruh di atas meja. Kalau upil dioles di bawah meja

Efek Buruk Nasi

Oleh : Arief Suswantoro

Hasil research yang baru saja kami lakukan membuktikan bahwa makan nasi ternyata tidak baik bagi kita.

Buktinya :
1. Nasi MENYEBABKAN KECANDUAN. Responden kami yang tidak makan nasi selama sehari
saja akan kelaparan dan merasa sangat ingin makan nasi lagi.

2. SETENGAH dari seluruh siswa Indonesia yang makan nasi nilainya ada di bawah rata-rata kelas.

3. HAMPIR 99% KEJAHATAN terjadi dalam waktu kurang dari 24-jam setelah pelakunya mengkonsumsi nasi.

4. Suku-suku pada zaman batu yang tidak pernah makan nasi terbukti TIDAK PERNAH mengidap tumor, Alzheimer, osteoporosis,ataupun Parkinson.

5. Dokter melarang bayi yang baru lahir untuk makan nasi. Hal ini menjadi bukti bahwa nasi punya dampak berbahaya yang sudah dibuktikan oleh ilmu kedokteran.

6. Nasi yang kering biasa dimakan oleh ayam. Nah, sekarang anda perlu curiga dari mana flu burung berasal.

7. Jumlah pemakan nasi di Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pemakan nasi di negara maju. Ini mungkin salah satu penyebab keterbelakangan pada
negara ini.

8. Di warung-warung, biasanya KULI makan nasi dalam jumlah lebih banyak daripada kaum eksekutif. Hal ini membuktikan jika makan nasi MENURUNKAN kemampuan ekonomi seseorang.

9. Makan nasi dapat menyebabkan rasa haus alias MENYERAP air. Padahal tubuh kita sebagian besar terdiri dari air.

10. Dalam kondisi tertentu, makan nasi MENINGKATKAN resiko kematian. Misalnya makan nasi sambil menyetir mobil.

11. Pengidap DIABETES lebih dianjurkan makan kentang daripada nasi. Berarti nasi kurang baik bagi kesehatan.

12. Makan nasi menyebabkan keinginan mengkonsumsi sayur dan lauk. Misalnya nasi bandeng (nasi + bandeng goreng), nasi kucing (nasi + kucing goreng),
dsb. Hal ini bisa menyebabkan obesitas.

13. Nasi mengandung ZAT BESI yang konfelektron terluarnya 4s2. Zat lain yang elektron terluarnya 4 adalah Racun ARSENIK (4p3), Batu batere TITANIUM (4s2), dan racun yang menyerang Superman yaitu KRIPTON (4p6). Ini mengindikasikan bahwa nasi punya kesamaan dengan zat-zat berbahaya lainnya. (hahaha, jarang2 gini aku ngerti KIMIA, padahal dulu kimia SMA ku cuman 6, Pak!)

14. Kitab suci (samawi) tidak pernah menyebut-nyebut soal nasi. Para Nabi juga tidak makan nasi. Lagipula nasi bukan sesuatu yang dianjurkan agama sehingga keabsahan penggunaannya pun belum dapat dipastikan.

15. Nasi DIMASAK dalam suhu lebih dari 100 derajat Celsius. Itu panas yang cukup untuk bunuh orang.

16.Selain dimakan,nasi juga bisa buat ngelem, berari kandungan nasi sama seperti bahan yang ada dalam lem

17. Nasi sangat tidak baik buat mata, coba buktikan sendiri, taruh nasi dimata anda.. pasti kelilipan.. itu bukti kalau nasi gak bagus buat mata ha ha haaaaaa~~~~

Marketing

Oleh : Marwoto Adi, dkk

- Jika anda melihat seorang gadis cantik di sebuah pesta lalu anda menghampirinya dan berkata, "Aku adalah orang kaya .. menikahlah denganku."
Itu adalah DIRECT MARKETING.

- Jika anda berada di sebuah pesta dengan kawan-kawan anda dan bertemu dengan seorang gadis cantik.
Salah seorang kawan anda menghampiri gadis itu dan berkata, Lihatlah pria itu (sambil
menunjuk anda). Ia sangat kaya, menikahlah dengannya."
Itu adalah ADVERTISING.

- Jika anda melihat seorang gadis cantik di sebuah pesta lalu anda menghampiri dan meminta nomor telponnya.
Keesokan harinya anda menelponnya dan mengatakan, "Hi .. aku sangat kaya, menikahlah
denganku."
Itu adalah TELEMARKETING.


- Anda tengah berada d sebuah pesta dan melihat seorang gadis cantik.
Anda membetulkan dasi, berjalan ke arahnya dan menawarkan minum. Anda membukakan pintu untuknya saat mengantar pulang dan berkata, "Aku sangat kaya,maukah kau menikah denganku?"
Itu adalah PUBLIC RELATIONS.

- Anda tengah berada di sebuah pesta dan melihat seorang gadis cantik.
Ia berjalan ke arah anda dan mulai merayu, "Kau sangat kaya rupanya."
Itu adalah BRAND RECOGNITION.

- Anda berada di sebuah pesta dan melihat seorang gadis cantik.
Anda mendekatinya dan berkata, "Aku sangat kaya, menikahlah denganku." Lalu ia menampar muka anda.
Itu adalah CUSTOMER FEEDBACK alias COMPLAIN

- Ditengah pesta anda mendekati seorang wanita cantik dan berkata "aku sangat kaya menikahlah denganku." Lalu iya menjawab: "Aku kan istrimu". Itu adalah old product new branded...

- Anda kenalan dengan gadis lalu menikahinya, kemudian dikenalkan dgn teman kuliahnya, lalu anda tertarik, lalu menjadikannya istri kedua. ini namanya MULTI LEVEL MARKETING!!

- Jika di suatu pesta, anda datang bersama istri, dan melihat tiga cewek cantik yang ternyata ibu, anak, dan cucunya. menurut istri anda sangat pas ketiganya dijadikan istri. ini baru namanya MULTI LEVEL MARKETING.

Doa

Oleh : Victor Novianto

Slamet masuk ke toko obat dan membeli sebiji kondom. Dengan riang dia bilang kepada pemilik toko bahwa sebentar lagi dia akan makan malam di rumah pacarnya. "Bapak kan tahu sendiri, biasanya setelah itu kan ada kelanjutannya" , katanya sambil menyeringai.

Kondom pun berpindah tangan.

Baru beberapa langkah ke luar toko, dia kembali masuk. "Saya minta satu lagi", katanya. "Adik pacar saya juga cantik. Agak genit pula. Saya rasa dia juga naksir saya. Siapa tahu malam ini saya mujur...hehehe".

Kondom kedua berpindah tangan.

Slamet kembali masuk dan minta tambahan satu kondom lagi. "Begini, ibunya juga tak kalah seksi. Penampilannya jauh lebih muda dari usianya.

Dan,
kalau duduk di depan saya, dia selalu menyilangkan kaki. Saya yakin dia juga tak keberatan kalau saya dekati...".


Dengan berbekal tiga kondom, Slamet datang ke rumah pacarnya sambil tak putus bersiul. Sajian sudah siap. Pacar Slamet, adik dan ibunya sudah menunggu. Slamet pun langsung bergabung. Mereka menunggu sang ayah.

Begitu sang ayah masuk ke ruang makan, Slamet langsung memimpin doa sambil menunduk dalam-dalam. Yang lain-lain ikut menundukkan kepala.

Satu menit berlalu....
Slamet makin khusuk berdoa.
Dua menit....
Slamet terus komat-kamit -- cukup panjang untuk sebuah doa sebelum makan.

Pada menit keempat....,
pacarnya menyenggol kakinya dan berbisik, "Saya baru tahu kamu ternyata sangat religius".

Sambil terus menunduk, Slamet menjawab dengan suara hampir menangis:
"Saya juga baru tahu ayah kamu ternyata pemilik toko obat...."


*hiks*

Before & After

By : Paul Tom


Before Marriage

Man: Finally... I have waited this time since along time ago.

Woman: Are you willing if I will go?

Man: Oh, sure not! Don’t think like that.

Woman: Do you love me?

Man: Sure! It will be forever.

Woman: Are you dating with another women?

Man: No! I shall not do the worst thing.

Woman: Would you kiss me?

Man: Yes.

Woman: Honey…

After Marriage

Read the dialogue above from below.

Ayah......SEX itu apa sih ?

Oleh : Boby HS

Suatu pagi seorang anak yang baru masuk sekolah dasar bertanya kepada
ayahnya: "Yah, ayah, SEX itu apa sih, yah.....?"

Terperanjat si ayah mendengar pertanyaan si upik.
Terbayang dia tentang arus informasi zaman sekarang yang modern
membuat manusia berfikiran terbuka, termasuk anak yg masih kecil.
Sesuai dengan konsep pendidikan seks yang sedang hangat dibicarakan

Mulailah si ayah mencari-cari jawaban yang sesuai dengan umur dan
harapan anaknya yang ia harapkan tak mau tertinggal dalam arus
pendidikan modern.

Maka si ayah pun mulai memberikan jawaban dengan mengkiaskan kumbang
dan bunga, telur yang yang menetas menjadi berudu dan kemudian menjadi
katak, hujan serta benih yang berkembang menjadi tunas, diikuti dengan
pembentukan bayi dalam kandungan.

Sebelum mengakhiri semua jawaban itu, si ayah menyelipkan juga kisah
percintaan antara ia dan mamanya sejak dari zaman sekolah menengah
hingga sampai kelahiran seorang bayi comel yaitu si anak yang bertanya
itu.

Tiba-tiba si anak menangis terisak-isak.

Si ayah keheranan. "Eh kenapa ?" Si ayah bertanya keheranan.
Tetapi si anak masih tetap menangis.

"Jawabanya panjang amat...hu... hu....hu,
terus dimana tempat untuk nulis jawabannya?
Kalo gitu Ayah ajalah yang nulis jawabanya !.. ....hu... hu...hu."
Si upik lantas menyerahkan buku latihan Bahasa Inggris
yang pada sampul muka depannya tertulis.... . .....

NAME : ............ ......... ......... ....
SCHOOL : ............ . .......... ......... ...
CLASS : ............ ......... .......... ....
SEX :........... ......... ......... .....

have a nice day
Cheers,
:)

Hypnotic Reparenting

Oleh : Adi W. Gunawan

Saya ingin memulai artikel ini dengan pertanyaan,“Apakah mungkin kita bisa mengubah masa lalu kita?”. Nah, pembaca, apa jawaban anda? Saya yakin anda pasti akan menjawab, “Ya…jelas nggak mungkin dong, Pak. Mana bisa kita kembali ke masa lalu dan mengubah alur dan pengalaman hidup kita. Cerita seperti ini hanya ada di film fiksi yang pake terowongan waktu atau time tunnel. Ada-ada saja Pak Adi ini”.

Pembaca, saya ulangi ya pertanyaannya, ”Misalkan mungkin, apakah anda ingin tahu caranya?”

Nah, penasaran kan?

Memang untuk kembali ke masa lalu seperti cerita yang di film-film itu nggak mungkin kita lakukan. Namun kalau bicara pikiran, memori, emosi, dan dalam konteks terapi maka kita dapat mengotak-atik, memodifikasi, dan kalau perlu mengubah masa lalu kita.

Apakah saya serius dengan pernyataan saya di atas? Kita dapat mengubah masa lalu kita?

Tentu saya serius. Lha, kalo nggak serius kan nggak mungkin saya menulis artikel ini.

Sebenarnya yang kita ubah atau modifikasi adalah memori atau kumpulan memori dan emosi yang melekat pada memori itu. Perubahan ini akan menghasilkan efek yang luar biasa pada perilaku kita.

Sesuai dengan judul artikel di atas, dalam kesempatan ini saya hanya akan mengulas mengenai manfaat hipnosis untuk mengubah pengalaman masa lalu khususnya dalam konteks re-parenting atau pendidikan ulang keluarga.

Apa maksudnya re-parenting atau melakukan pendidikan ulang keluarga? Bukankah pendidikan keluarga ini kita alami hanya sekali, saat kita kecil? Lha kok bisa diulang lagi padahal kita saat ini sudah dewasa?

Pembaca, anda benar sekali dengan pertanyaan dan pernyataan di atas. Benar, parenting atau pendidikan keluarga terjadi hanya satu kali yaitu saat kita masih kecil hingga kita remaja atau dewasa. Namun dengan teknik tertentu, dengan menggunakan bantuan kondisi hipnosis, maka kita dapat melakukan hypnotic reparenting.

Masih bingung?

Intinya begini. Dan ini, sekali lagi, dilakukan hanya dalam konteks terapi. Ada klien dewasa, sebut saja Ani, yang mengalami sangat banyak masalah dalam hidupnya. Masalah yang Ani alami bersumber dari ketidakstabilan emosi, sikap yang negatif, konsep diri yang jelek, dan masih banyak hal lainnya yang negatif. Ternyata setelah dicari akar masalahnya, Ani berasal dari keluarga yang berantakan. Orangtuanya tidak bercerai, namun proses pendidikan keluarga, perlakuan yang ia terima dari orangtua dalam proses tumbuhkembangnya ternyata sangat memprihatinkan.

Ani tumbuh besar dalam lingkungan dan perlakuan yang negatif. Ani ternyata adalah anak yang tidak diinginkan orangtuanya. Ibunya, saat tahu hamil lagi, mengandung Ani, sebenarnya ingin menggugurkannya. Namun karena agama melarang pengguguran maka dengan terpaksa si Ibu tetap mengandung dan akhirnya melahirkan Ani. Jadi, Ani adalah anak yang tidak diinginkan.

Ani adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Si Ibu selalu membandingan Ani dengan kakak perempuan Ani. Ani selalu diminta mengalah terhadap si kakak dan juga harus menuruti kemauan si adik. Jadi, Ani berada dalam posisi yang selalu tidak menyenangkan. Jika Ani tidak menuruti permintaan saudaranya maka orangtua Ani, khususnya si Ibu, akan marah besar dan mengucapkan kata-kata kasar terhadap Ani. Selain itu Ani masih diberi bonus pukulan dan hukuman.

Bagaimana dengan ayahnya Ani? Sama saja. Ayah Ani tidak memperhatikan keluarga. Prinsipnya, ayah kerjanya cari nafkah dan soal urusan di rumah itu tanggung jawab ibu. Jadi, Ani juga tidak mendapat dukungan kasih sayang dari ayah.

Singkat cerita Ani tumbuh dengan konsep diri negatif, harga diri jelek, merasa tidak berdaya, putus asa, memandang hidup dengan kaca mata suram, tidak bersemangat menjalani hidup.

Lalu, bagaimana caranya untuk membantu Ani? Bagaimana cara untuk melakukan re-parenting?

Pertama Ani harus bersedia berubah. Selanjutnya Ani diminta mencatat proses tumbuhkembang yang ia alami, sebisa yang ia ingat, mulai dari kecil hingga dewasa. Yang terutama dicatat adalah momen-momen istimewa dengan muatan emosi yang tinggi, baik itu emosi negatif maupun yang positif. Selanjutnya Ani diminta memberikan uraian yang lebih detil terhadap setiap peristiwa.

Proses penggalian informasi membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Selain berusaha mengingat sendiri, Ani juga menggali dan melakukan cross check data dengan orangtua, famili, atau siapa saja yang mengetahui kejadian yang dialami dan diingatnya.

Setelah dirasa cukup maka penggalian data dilakukan dengan menggunakan kondisi hipnosis yaitu dengan teknik age regression. Data yang terkumpul melalui teknik age regression selanjutnya dibandingkan dan digabungkan dengan data yang telah Ani kumpulkan sendiri.

Kalau sudah sampai di sini.. trus.. apa yang harus dilakukan?

Jika dirasa sudah cukup maka Ani dan terapisnya menyusun skenario baru yang akan ditanamkan ke dalam pikiran bawah sadar Ani. Skenario ini mengikuti alur sesuai dengan data yang telah berhasil dikumpulkan dan dengan melakukan modifikasi terhadap data-data yang berisi muatan emosi ”negatif”.

Jika semuanya sudah siap maka hypnotic reparenting atau pendidikan ulang keluarga dalam kondisi hipnosis bisa dilakukan. Ani selanjutnya dibimbing masuk ke kondisi hipnosis yang dalam (deep trance) kemudian diregresi, dibawa mundur, hingga ke masa ia di dalam kandungan ibunya.

Salah satu trauma besar yang ia alami adalah penolakan kehadirannya oleh ibunya. Data ”negatif’ ini dimodifikasi sesuai kebutuhan dan Ani mengalami kembali alur yang sama namun dengan cerita dan muatan emosi yang positif.

Proses selanjutnya diteruskan hingga Ani lahir, saat pertama kali dalam pelukan ibu, saat ayahnya menggendongnya, terus maju, saat usia satu bulan, tiga bulan, saat pertama kali bisa mengeluarkan suara, saat bisa membalik badan, tumbuh gigi, belajar jalan, ulang tahun pertama, ulang tahun kedua, masuk sekolah, belajar membaca dan menulis, belajar menyanyi, dan seterusnya sesuai dengan garis waktu dengan menggunakan skenario yang telah disusun sebelumnya.

Selama proses hypnotic reparenting ini Ani benar-benar dibimbing untuk bisa merasakan emosi-emosi positif, perlakuan positif, dan berbagai pengalaman menyenangkan yang dulunya tidak ia dapatkan saat proses tumbuhkembangnya.

Ani juga dibantu untuk melakukan pemaknaan ulang atas berbagai kejadian ”negatif” yang ia alami. Ia memaafkan orang-orang, kejadian, situasi, atau apa saja yang ia rasa pernah mengecewakan dan menyakiti hatinya. Selanjutnya Ani juga diminta untuk bisa menerima dan memaafkan dirinya sendiri.

Anda mungkin akan bertanya, “Lha, Pak, ini kan namanya manipulasi pikiran bawah sadar. Apa efektif dan nggak berbahaya?”

Benar, ini memang manipulasi pikiran bawah sadar. Lebih spesifik lagi ini adalah manipulasi program pikiran dalam bentuk memori dan emosi. Namun dalam konteks terapi cara ini dibenarkan dan sangat efektif.

Hypnotic reparenting bisa dilakukan karena pikiran bawah sadar menyimpan informasi/memori dan emosi. Pikiran bawah sadar cerdas namun bodoh. Pikiran bawah sadar tidak bisa membedakan antara imajinasi dan realita. Nah, kelemahan ini, yang sebenarnya juga merupakan kekuatan pikiran bawah sadar, kita gunakan untuk terapi.

Ada seorang mahasiswa saya yang mengaku sangat takut sama ular. Saat saya tanya bagaimana phobia itu bisa muncul, saya mendapat jawaban yang benar-benar di luar dugaan saya.

Jawabannya begini, ”Suatu malam saya tidur dan bermimpi. Dalam mimpi itu saya dikejar-kejar banyak ular dan akhirnya saya tersudut dan dikerumuni sangat banyak ular. Saya takut setengah mati. Tiba-tiba saya tersadar, saya terbangun. Ah.. lega hati saya karena ternyata ini hanya mimpi. Tapi sejak saat itu saya sangat takut sama ular.”

Nah, anda bisa bayangkan bagaimana anehnya pikiran kita. Dari mimpipun trauma bisa muncul. Aneh kan? Padahal hanya mimpi lho.

Pembaca, apa yang saya jelaskan di artikel ini tampak sangat sederhana. Benar, sebenarnya prosesnya tidaklah rumit. Namun untuk bisa melakukannya dengan benar dibutuhkan kecakapan dan pengetahuan psikologi, hipnosis, dan hipnoterapi secara mendalam. Karena yang diotak-atik adalah pikiran, lebih spesifik lagi pikiran bawah sadar, maka hypnotic reparenting hanya boleh dilakukan oleh yang benar-benar ahli.

Kembali ke Ani. Bagaimana perkembangan Ani setelah mendapat pendidikan ulang? Apakah ada perubahan? Lebih baik atau lebih parah kondisinya?

Keadaan Ani setelah menjalani terapi sangat positif. Emosinya menjadi lebih stabil. Kebenciannya pada orangtuanya, khususnya ibunya, telah berubah menjadi perasaan cinta yang dilandasi perasaan syukur yang tulus. Ani sekarang mampu menjalani hidup dengan positif dan dengan harapan akan masa depan yang lebih cerah.

“Hipnoterapi” vs Hipnoterapi

Oleh : Adi W. Gunawan

“With great power comes great responsibility”

Seorang kawan dari Malang kemarin main ke rumah saya dan minta bantuan untuk mengatasi kesulitan hidupnya. Kawan saya ini telah berusaha belajar ke sana dan ke mari, mengikut banyak pelatihan termasuk mengikuti kelas hipnoterapi di Jakarta, telah meminta bantuan psikolog, psikiater, dan hipnoterapis, namun tetap masalahnya tidak bisa tuntas tertangani.

Saya tidak akan membahas mengenai apa yang dilakukan oleh psikolog atau psikiater karena ini di luar disiplin ilmu yang saya pelajari dan dalami. Yang saya bahas adalah mengenai hipnoterapi dan hipnoterapis. Kawan saya ini telah meminta bantuan hipnoterapis dan telah menjalani 7 (tujuh) sesi terapi di klinik hipnoterapi.

Hasilnya? Sama sekali tidak ada perubahan.

Waktu saya mendengar bahwa ia sudah diterapi 7 (tujuh) sesi, tiap sesi sekitar 2 jam, dan masih belum ada hasilnya, saya jadi bingung. Lha, bagaimana mungkin sudah 7 sesi masih belum ada perubahan sama sekali.

Setiap sesi terapi adalah proses yang unik. Dinamikanya selalu berbeda. Keberhasilan suatu terapi, dalam hal ini saya khusus membahas hipnoterapi ya, bergantung pada dua faktor yaitu klien dan terapis.

Semula saya berpikir kawan saya ini yang tidak siap untuk berubah. Istilah teknisnya masih ada resistensi. Mengapa saya berpikir demikian? Karena menurut kawan saya hipnoterapis yang menerapi dirinya bergelar C.Ht., atau certified hypnotherapist atau hipnoterapis yang bersertifikasi. Nah, kalau sudah C.Ht., asumsi saya si terapis pasti punya kemampuan yang mumpuni.

Hal ini diperkuat lagi dengan penyataan kawan saya bahwa sertifikasi terapis ini dikeluarkan oleh lembaga pelatihan, di Indonesia, yang berafiliasi dengan lembaga terkenal di Amerika.

Wah, saya menjadi semakin yakin bahwa masalahnya ada pada kawan saya. Namun dari apa yang diceritakan kawan saya, saya menilai bahwa ia benar-benar ingin berubah. Dan ia dengan sangat serius menjalani proses terapi. Bisa dibilang tanpa ada resistensi sama sekali.

Lalu, mengapa kawan saya ini nggak bisa sembuh setelah melalui 7 sesi terapi?

Karena penasaran saya menanyakan bagaimana proses terapi yang dilakukan oleh di hipnoterapis. Dari apa yang diceritakan kawan saya ini akhirnya saya sampai pada satu kesimpulan. Masalahnya justru terletak pada si terapis. Bukan pada kawan saya.

Apa masalahnya?

Ternyata teknik yang digunakan tidak sesuai. Hipnoterapis ini menggunakan satu teknik saja, selama tujuh sesi terapi, untuk menerapi kawan saya. Dengan kata lain, hipnoterapis ini ”memaksakan” suatu teknik tanpa melihat hasil atau efek dari teknik tersebut. Istilahnya therapist centered bukan client centered.

Lalu, salahnya di mana?

Secara prinsip yang dilakukan terapis ini tidak salah. Yang kurang tepat adalah ia tidak menyesuaikan tekniknya dengan kondisi klien.

Secara teknis, dalam hipnoterapi, ada empat teknik dasar terapi:
-posthypnotic suggestion and imagery atau sugesti pascahipnosis dan imajinasi.
-discovering the root cause atau menemukan akar masalah
-release atau melepas emosi negatif yang melekat pada pengalaman traumatik
-re-learning atau pemahaman baru

Dari keempat teknik dasar ini yang digunakan oleh si hipnoterapis adalah teknik posthypnotic suggestion.

Bagaimana ia melakukannya?

Klien diminta melakukan relaksasi dan setelah dirasa cukup rileks terapis akan mensugesti klien. Sugestinya berisi pesan-pesan untuk pikiran bawah sadar yang bila pesan ini diterima dan dilaksanakan oleh pikiran bawah sadar maka klien akan mengalami perubahan positif.

Mengapa teknik ini tidak efektif terhadap kawan saya?

Ada beberapa kemungkinan. Pertama, level kedalaman trance yang tidak sesuai. Klien tidak bisa masuk ke kedalaman trance yang diinginkan karena hipnoterapis tidak memperhatikan tipe sugestibilitas klien. Kedua, teknik deepening tidak tepat. Ketiga, sugesti yang diberikan tidak melihat kepribadian klien, apakah bisa diberikan direct suggestion yang bersifat authoritative (paternal) atau passive (maternal/indirect). Keempat, kasus yang dialami klien masuk kategori ”berat”.

Jika dengan teknik posthypnotic suggestion and imagery tidak berhasil maka seharusnya digunakan teknik berikutnya, discovering the root cause atau menemukan akar masalah yang dilanjutkan dengan teknik release dan re-learning.

Mengapa perlu menemukan akar masalah?

Masalah atau hambatan hidup yang dialami oleh klien, dan ini tampak dalam perilakunya, sebenarnya hanya merupakan simtom. Untuk membereskan simtom maka terapis harus bisa menemukan akar masalah. Nah, untuk bisa menemukan akar masalah harus digunakan teknik terapi yang lebih advaced. Nggak bisa hanya sekedar menggunakan sugesti.

Simtom dapat diibaratkan dengan asap yang tampak keluar dari tumpukan sekam. Bagaimana caranya agar asap bisa hilang permanen? Ya sudah tentu dengan mencari, menemukan, dan memadamkan sumber api yang ada di dalam sekam. Betul nggak?

Seringkali yang terjadi adalah symptom removal. Setelah mendapat sugesti klien ”merasa” masalahnya telah selesai. Namun selang beberapa saat masalah yang sama akan muncul lagi atau relapse. Hal ini mengindikasikan bahwa akar masalah yang sesungguhnya belum tertangani.

Yang lebih sulit lagi adalah bila sampai terjadi double symptom. Artinya, simtom yang tampak ternyata merupakan simtom dari suatu simtom dari suatu akar masalah. Nah, kalau sudah begini kondisinya maka teknik sugesti dijamin tidak akan bisa efektif. Saya menyebutnya dengan teknik band-aid therapy karena cara kerjanya seperti kalau kita menutup luka dengan plester (band-aid) tanpa membersihkan bagian dalam luka.

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara untuk bisa menemukan akar masalah?

Ini pertanyaan yang membutuhkan jawaban teknis. Caranya bisa macam-macam. Secara prinsip uncovering techniques terbagi menjadi dua kelompok besar. Pertama yang disebut dengan minor uncovering techniques dan major uncovering techniques.

Untuk lebih jelasnya, he.. he…nggak bermaksud promosi ya, anda bisa membaca buku saya Hypnotherapy: The Art of Subconscious Restructuring. Bisa mengunakan teknik ideomotor response, regression, desensitization, gestalt therapy, relaxation, mimpi, dan masih banyak lagi teknik lainnya yang bisa digunakan sesuai kebutuhan.

Pembaca, selain kasus kawan saya ini, saya juga telah beberapa kali menemukan kasus berbeda namun dengan teknik terapi yang sama, yang dilakukan oleh terapis yang berbeda. Saya akhirnya sampai pada satu kesimpulan.

Apa itu?

Banyak orang yang mengaku hipnoterapis ternyata hanya menguasai teknik terapi posthypnotic suggestion and imagery. Teknik ini yang digunakan oleh stage hypnotist dalam melakukan pertunjukkan. Mungkin mereka, para hipnoterapis ini, merasa bahwa kalau dengan sugesti saja bisa membuat subjek hipnosis melakukan apa yang disugestikan, misalnya nggak bisa jalan, lupa nama, kehilangan suatu angka, bahkan sampai mengalami halusinasi, maka prinsip yang sama bisa diterapkan untuk menerapi klien yang bermasalah.

Terapi dengan sugesti bukannya tidak ampuh. Saya tidak mengatakan demikian. Teknik ini tetap sangat ampuh namun harus memperhatikan kondisi klien. Kasus ringan misalnya berhenti merokok, kurang percaya diri, kebiasaan menggigit jari/nail biting, bruxism, meningkatkan prestasi akademik, atau kecemasan ringan bisa sangat terbantu dengan menggunakan sugesti.

Namun kalau untuk kasus berat seperti trauma akibat pelecehan seksual, konflik diri, perasaan dendam, kebencian yang hebat pada seseorang, penolakan diri akibat kehamilan yang tidak diinginkan, proses pendidikan yang salah, atau pengalaman traumatik lainnya yang berisi muatan emosi negatif yang tinggi, maka harus digunakan teknik terapi yang lebih advanced.

Satu hal lagi yang cukup memprihatinkan adalah banyak orang yang hanya dengan membaca buku hipnosis atau hipnoterapi, atau mengikuti kursus hipnoterapi singkat, singkat maksudnya hanya dalam beberapa hari, setelah itu berani praktik, terima klien, dan yang lebih hebat lagi berani buka klinik hipnoterapi.

Pembaca, saran saya, anda perlu hati-hati dan selektif untuk memilih hipnoterapis. Jangan mudah percaya walaupun si hipnoterapis punya embel-embel gelar C.Ht. Gelar bukan jaminan. Apalagi kalau orang yang praktik hipnoterapi tapi nggak punya sertifikasi. Wah, ini bisa lebih gawat.

Mengapa saya perlu menekankan hal ini? Karena yang diotak-atik adalah pikiran. Kalau salah penanganan maka bisa sangat berbahaya.

Sebagai penutup, saya teringat saat diminta fakultas psikologi dari salah satu universitas terkenal di salah satu kota besar untuk menjadi penguji tamu di ujian skripsi. Kebetulan topik yang dipilih mahasiswa adalah aplikasi hipnoterapi untuk menghentikan kebiasaan merokok, mengatasi exam anxiety, dan penerimaan terhadap body image.

Karena mahasiswa tidak bisa melakukan terapinya maka mereka meminta bantuan seorang hipnoterapi, dan sudah tentu yang bersertifikasi, yang dikenalkan oleh dosen pembimbingnya.

Hasil penelitian ketiga mahasiswa ini terhadap efektivitas hipnoterapi dalam mengatasi masalah subjek penelitian ternyata ”tidak signifikan”. Saya jadi bingung. Lha, kok bisa nggak signifikan?

Ternyata setelah saya baca skrip terapi yang juga disertakan dalam lampiran skripsi akhirnya saya tahu mengapa kok hasilnya nggak signifikan.

Lha, bagaimana mau signifikan kalau ternyata si ”hipnoterapis” hanya menggunakan teknik sugesti. Selain itu induksi yang dilakukan juga hanya satu teknik yaitu progressive relaxation tanpa memperhatikan tipe sugestibilitas klien. Pengujian kedalaman trance juga dilakukan dengan pendekatan stage hypnosis.

Bisa anda bayangkan, setiap sesi terapi dilakukan sekitar antara satu setengah hingga dua jam. Satu jam untuk melakukan induksi dan satu jam lagi untuk mensugesti. Lebih hebat lagi, hasil signifikan ini didapat setelah subjek penelitian menjalani 3 sampai 4 sesi terapi yang sama.

Yang lebih mengagetkan saya adalah selang beberapa bulan kemudian, dosen pembimbing ketiga mahasiswa ini, dengan menggunakan kesimpulan dari penelitian mahasiswanya, memutuskan untuk memasukkan hasil penelitian ini ke jurnal psikologi. Dosen ini dengan mantapnya menyimpulkan, “Hipnoterapi tidaklah seefektif yang digembar-gemborkan”.

Untungnya hasil penelitian, yang sebenarnya kurang tepat ini, setelah mendapat banyak saran, kritik, dan sanggahan, akhirnya tidak jadi dimasukkan ke jurnal. Salah satunya adalah metode penelitian yang digunakan tidak tepat dan subjek penelitiannya terlalu sedikit.

Nah, pembaca, anda perlu hati-hati. Pastikan anda mendapatkan hipnoterapi dari seorang hipnoterapis dan bukan “hipnoterapis”.

Siapakah Aku?

Oleh : Adi W. Gunawan

If you have time to be mindful, you have time to meditate
~Ajahn Chah

Seorang guru spiritual, Ajahn Chah, suatu saat pernah mendapat pertanyaan, “Guru, di manakah tempat tinggal anda?”. “Saya tidak tinggal di mana pun”, jawab Ajahn Chah.

“Bukankah Guru tinggal di vihara?” tanya seorang umat dengan penasaran. “Saya tidak tinggal di manapun. Karena sebenarnya tidak ada Ajahn Chah.

Karena Ajahn Chah tidak ada maka tidak ada yang tinggal di suatu tempat” jawab Sang Guru.

Dalam kesempatan lain Ajahn Chah mendapat pertanyaan, “Siapakah Ajahn Chah?”, dari dua orang yang berbeda . Jawaban Ajahn Chah juga berbeda.

Untuk penanya pertama ia menjawab, “Ini, inilah Ajahn Chah”, sedangkan untuk penanya kedua ia menjawab, “Ajahn Chah? Tidak ada Ajahn Chah.”

Saya bingung saat membaca jawaban guru spiritual ini. Lha, mana ada orang yang nggak punya tempat tinggal. Dan lebih aneh lagi ia menjawab, “Tidak ada Ajahn Chah”.

Berarti ia menyangkal keberadaan dirinya. Lha, kalau Ajahn Chah tidak ada lalu siapakah yang bernama Ajahn Chah? Atau siapakah yang sedang berbicara?

Jawaban yang singkat namun sangat dalam ini membutuhkan beberapa waktu untuk saya telaah, renungkan, kunyah perlahan-lahan hingga akhirnya saya bisa memahami inti sari dari pernyataan Beliau.

Selain melakukan indepth thinking saya juga membutuhkan informasi tambahan untuk benar-benar bisa mengerti maksud Beliau. Sebagai seorang yang terbiasa berpikir logis maka saya membutuhkan informasi pendukung mengapa Ajahn Chah berkata, ”Tidak ada Ajahn Chah?” Apa maksud Beliau dan apa hubungannya dengan proses berpikir dan ”aku”? Jika tidak ada Ajahn Chah lalu siapakah orang yang mengeluarkan pernyataan?

Pembaca, setelah berpikir dan berpikir....eureka...akhirnya saya mengerti. Ajahn Chah benar. Yang Beliau maksudkan dengan ”Tidak ada Ajahn Chah” adalah padamnya ego yang selama ini menguasai diri kita.

”Aku”, ”Saya”, ”Punyaku”, ”Milikku” semua adalah permainan ego. Ego bekerja dan mempertahankan diri, memperkuat pengaruh, semakin memperbesar dirinya, dan semakin kuat mencengkeram kita dengan menggunakan dua strategi yaitu identifikasi dan separasi. Identifikasi berasal dari akar kata idem, yang berarti sama, dan facere yang berarti membuat. Jadi identifikasi berarti membuat menjadi sama.

Kita, manusia, senantiasa mengidentifikasi diri kita dengan sesuatu. Hal ini tampak dalam pernyataan ”Saya marah”, Ini ideku”, ”Ini rumahku”, ”Tubuhku gemuk”, ”Mobilku rusak”, dan masih banyak lagi pernyataan yang serupa.

Saat kita berkata ”Saya marah” maka kita mengidentifikasikan ”saya” dengan ”marah”. Berarti ”saya” sama dengan ”marah”. Saat kita berkata ”Ini ideku” maka kita menyamakan diri kita dengan ide kita. Itulah sebabnya bila ada orang yang mengkritik ide kita maka kita bisa marah besar.

Mengapa?

Karena kita menganggap orang itu mengkritik diri kita. Nah, ini kan bentuk identifikasi.

Pertanyaannya sekarang adalah apakah kita ini sama dengan emosi kita? Apakah kita ini sama dengan ide kita? Tentu tidak.

Marah adalah suatu bentuk emosi. Dan kita tidak sama atau bukan emosi kita. Demikian juga dengan ide. Ide adalah buah pikir (thought) yang dihasilkan oleh pikiran (mind) melalui proses berpikir (think). Pikiran (mind) diarahkan oleh kesadaran (awareness).

Kita merasa bahwa kita sama dengan emosi atau ide kita karena ego yang membuatnya seperti itu. Apakah kita sama dengan pikiran kita? Tentu tidak.

Manusia terdiri atas dua bagian yaitu tubuh fisik/badan dan batin. Batin manusia terdiri atas empat komponen yaitu pikiran, perasaan, ingatan, dan kesadaran.

Dan kita bukanlah batin maupun fisik kita.

Identifikasi ini tampak jelas saat seorang anak menangis sedih karena mainannya rusak. Anak ini sedih bukan karena sayang dengan mainan yang harganya mahal.

Anak ini sedih karena identifikasi dalam bentuk ”Mainanku rusak” membuat ”mainan” masuk ke dalam struktur ”aku”. Dengan kata lain, anak merasa yang rusak bukan hanya mainannya namun juga ”dirinya”.

Identifikasi seperti ini juga tampak dalam diri pejabat yang mengalami post power syndrome, pengusaha yang dulu jaya tapi sekarang bangkrut, wanita yang dulunya langsing dan sexy namun sekarang gemuk, dan masih banyak contoh lain. Singkat kata identifikasi membuat seseorang melekat pada sesuatu.

Strategi kedua yang digunakan ego adalah separasi. Separasi maksudnya ”aku” adalah entitas yang berbeda dengan ”orang” atau ”aku” yang lain. Aku tidak bisa ada tanpa adanya ”yang lain”, kamu, dia, mereka.

Untuk mempertegas separasi ini ego biasanya menggunakan emosi negatif yang dimunculkan dengan menggunakan strategi ”mengeluh/menyalahkan” dan ”membenci” orang lain.

Semakin kita sering mengeluh atau menyalahkan orang lain maka semakin jelas separasi di antara kita dan mereka. Mengeluh dan menyalahkan diperkuat oleh emosi benci.

Lalu apa sih ego itu? Kok bisa pintar seperti ini kerjanya, sangat halus dan berbahaya?

Ego adalah hasil ciptaan pikiran kita.

Nggak percaya?

Coba lakukan eksperimen kecil ini. Misalnya ada orang yang berkata, ”Hei, manusia kurang ajar. Matamu ditaruh di mana kok sampe nginjak kaki saya?”, bagaimana reaksi anda? Apakah anda akan diam, tersenyum, atau marah? Bisa jadi anda, yang merasa tidak bersalah, akan marah besar.

Nah, sekarang skenarionya diubah. Misalnya saat anda sedang tidur lelap dan orang ini mengucapkan hal yang sama pada diri anda. Apa yang akan anda lakukan?

Bagaimana reaksi anda?

Saya yakin anda tidak akan berekasi sama sekali. Lha, lagi enak-enak tidur mana bisa mendengar omongan orang. Benar, nggak?

Ego beroperasi saat kita dalam kondisi sadar. Saat kita ”tidak sadar” (baca: tidur) maka ego juga berhenti bekerja.

Saat sedang merenungkan pernyataan Ajahn Chah tiba-tiba saya teringat satu pernyataan yang sangat terkenal dari Rene Descartes, filsuf besar abad ketujuh belas yang dianggap sebagai bapak filosofi moderen, ”Cogito Ergo Sum”, yang kalau dalam bahasa Inggris, ”I think, therefore I am”, dan kalau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi, ”Saya berpikir maka saya ada”.

Lama saya merenungkan pernyataan ini. Mana yang lebih dulu ada. Saya berpikir maka saya ada ataukah saya ada baru saya bisa berpikir? Pemikiran ini akhirnya membawa saya pada satu kesimpulan bahwa sebenarnya ada lebih dari satu ”aku”. ”Aku” yang berpikir dan ”aku” yang berkata ”Saya ada”.

Semuanya menjadi semakin jelas saat saya membaca literatur yang berjudul ”Unity and Multiplicity: Multilevel Consciousness of Self in Hypnosis, Psychiatric Disorder and Mental Health” yang ditulis oleh John O. Beahrs.

Ternyata yang namanya kesadaran atau consciousness itu bertingkat-tingkat (multilevel). Kesadaran atau consciousness yang aktif dalam suatu saat bisa berbeda bergantung situasi dan kondisi.

Kesimpulan ini semakin diperjelas lagi saat saya membaca pernyataan Jean Paul Sartre yang juga mengatakan, ”Kesadaran yang mengatakan ”I am” bukanlah kesadaran yang berpikir (I think)”.

Apa maksudnya?

Saat kita sadar mengenai proses berpikir kita, atau dengan kata lain kita menganalisis atau menggunakan pikiran untuk berpikir mengenai apa yang kita pikirkan atau proses berpikir kita maka kesadaran yang melakukan analisis berbeda dengan kesadaran yang melakukan proses berpikir.

Secara teknis kemampuan berpikir mengenai berpikir disebut dengan metakognisi.

Saat kita sedang mengalami gejolak emosi maka hati-hati lah karena saat itu ego sedang bermain. Kita sering mendengar pernyataan, ”Saya merasa tersinggung dengan ucapannya”, atau ”Ini milikku. Jangan coba-coba sentuh”.

Cara untuk mengatasi cengkeraman ego adalah dengan mengajukan pertanyaan, ”Ok, kalau saya tersinggung, maka sebenarnya bagian mana dari diri saya yang tersinggung?”. Apakah rambut saya, telinga saya, mata saya, atau kaki saya?

Sama seperti mobil. Jika ada kawan yang berkata, ”Saya habis nyerempet pembatas jalan. Mobil saya penyok.” Tentu kita tidak akan serta merta menerima pernyataan ini. Kita pasti akan bertanya, ”Bagian mana yang penyok? Bemper depan, kiri, kanan, atau kena di bodi mobil?”

Nah demikian juga dengan manusia. Jika kita tersinggung maka pasti ada bagian yang mengalami perasaan tersinggung. Benar, nggak? Nah, kita harus mencari bagian ini. Sebab, jika kita menerima pernyataan ”Saya merasa tersinggung” secara utuh maka yang terkena dampaknya adalah diri kita secara keseluruhan.

Padahal bila kita teliti maka yang terkena dampak dari perasaan tersinggung sebenarnya hanyalah perasaan kita. Benar, hanya perasaan. Perasaan, yang merupakan salah satu dari empat komponen batin manusia, yang akan selalu mengalami berbagai emosi yang dialami seseorang. Baik itu emosi positif maupun yang negatif. Cara ini bertujuan untuk bisa melepaskan diri dari cengkeraman identifikasi yang dilakukan ego.

Singkat kata, saat kita merasakan sesuatu maka yang merasakan itu adalah ”perasaan”, bukan ”kita” atau ”aku”.

Demikian juga dengan pernyataan, ”Ini milikku’. Bisa kita tanyakan, ”Bagian mana dari diri saya yang memiliki benda ini?” Bagaimana dengan orang yang

mengalami amnesia atau lupa ingatan? Apakah orang ini masih bisa mengingat benda yang dulunya menjadi miliknya? Trus... kalau sudah lupa maka konsep ”milik-ku” runtuh dengan sendirinya.

Nah, pembaca, membaca sejauh ini apakah anda bisa menarik kesimpulan untuk menjawab pertanyaan yang saya tulis sebagai judul artikel ini, ”Siapakah Aku?”.

Saya ingin mengakhiri artikel ini dengan kalimat yang pernah saya baca di satu buku:

Saat aku mati, tubuhku akan dikubur dan kembali ke tanah
Jiwaku menunggu penghakiman di akhir jaman
Dan rohku akan kembali kepada Sang Khalik

Pertanyaan saya pada anda, ”Siapa atau apakah ”aku” pada kalimat di atas?”

Hypnotic Seal

Oleh : Adi W. Gunawan

Pembaca, pernahkah anda melihat adegan di televisi atau membaca di surat kabar mengenai segel yang dipasang oleh pengadilan dalam kasus penyitaan rumah? Atau mungkin anda pernah melihat TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang oleh polisi dipasangi segel police line?

Pertanyaan saya pada anda adalah apa arti segel atau police line? Apabila benda atau lokasi itu telah dipasangi segel atau police line, beranikah anda memindahkan benda atau masuk ke lokasi itu tanpa ijin? Jawabannya tentu tidak berani

Mengapa kok tidak berani? Karena yang boleh masuk ke lokasi itu hanyalah mereka yang memasang segel atau yang punya wewenang untuk itu. Orang biasa nggak boleh masuk. Kalau masuk akan kena sanksi atau hukuman. Dan siapakah yang berhak untuk melepas segel yang telah dipasang? Ya sudah tentu pihak yang memasang. Benar, nggak?

Contoh lain, pernahkah anda, saat ingin mengakses data di suatu komputer, mengalami kesulitan karena komputer meminta anda untuk memasukkan password tertentu untuk bisa login? Apa yang terjadi bila anda tidak bisa memberikan password yang sesuai? Sudah tentu anda tidak bisa masuk ke dalam data base komputer itu.

Lalu, siapakah yang memasang password? Siapakah yang memasang “segel” di komputer ini? Sudah tentu orang yang mengerti cara kerja komputer. Bila ternyata orang yang memasang password itu adalah orang yang usil, apa yang akan anda lakukan untuk bisa membuka paksa, dalam istilah komputer meng-crack, password yang telah dipasang? Anda pasti akan meminta bantuan ahli komputer lain.

Pembaca, tahukah anda bahwa pikiran manusia mirip seperti komputer? Kita, bila tahu caranya, dengan menggunakan teknik tertentu, dapat dengan mudah memasang segel pikiran, atau lebih dikenal dengan istilah hypnotic seal atau segel hipnosis.

Bagaimana cara memasangnya? He.. he… kalo ini saya tidak boleh menjelaskan di artikel ini. Penasaran, kan? Dalam artikel ini saya hanya akan menjelaskan cara kerja, manfaat, dan bahaya segel pikiran.

Hypnotic seal ini sebenarnya merupakan program pikiran yang cara kerjanya mirip dengan password yang dipasang di komputer. Tujuannya adalah untuk mencegah orang yang tidak berhak untuk mengakses data. Jika komputer, yang diakses adalah data base. Jika pikiran, yang diakses adalah pikiran bawah sadar yang memuat banyak hal, antara lain persepsi, memori, dan emosi.

Apa manfaat hypnotic seal? Hypnotic seal, jika sudah dipasang akan mencegah orang lain, selain si operator atau si pemasang segel, untuk bisa menghipnosis orang yang telah dipasangi segel. Hypnotic seal ini berisi perintah untuk menolak hipnosis yang dilakukan orang lain, selain si operator. Jadi, jika misalnya pikiran anda sudah dipasang hypnotic seal oleh seseorang maka ke manapun anda pergi, siapapun orang yang akan menghipnosis anda, selain si operator, pasti akan gagal. Mereka tidak akan pernah bisa menghipnosis anda.

Saya ingat saat selesai mengadakan Supercamp (SC) Becoming a Money Magnet angkatan IX di Surabaya akhir tahun lalu. Di SC ada beberapa peserta yang sangat sugestif. Saking sugestifnya mereka dapat dengan sangat mudah memasukkan “data” ke pikiran bawah sadar mereka. Implikasi lain adalah mereka juga dapat dengan mudah “dikerjain” orang yang mengerti mengenai hal ini.

Selesai SC saya memasang hypnotic seal di pikiran salah satu peserta, sebut saja Johan, yang saya lihat sangat-sangat sugestif. Begitu selesai dipasang saya segera mencoba untuk menghipnosis Johan. Hasilnya? Nggak bisa. Apapun teknik yang saya gunakan tetap tidak bisa menghipnosis Johan.

Mengapa tidak bisa? Karena salah satu persyaratan yang menjadi password yang saya pasang adalah Johan hanya bisa dihipnosis oleh orang yang ia percaya dan dia menginginkan atau mengijinkan dirinya untuk dihipnosis.Jadi, dalam hal ini ada dua syarat yang harus dipenuhi. Salah satu saja tidak terpenuhi maka passwordnya nggak bisa terbuka.

Apakah Johan percaya sama saya? Sudah tentu. Apakah saat itu ia mengijinkan dirinya untuk dihipnosis? Tidak.

Saya lalu meminta Johan mengijinkan dirinya untuk saya hipnosis. Tanpa perlu teknik yang canggih, hanya dengan perintah singkat saja, satu kata saja, Johan langsung berhasil saya hipnosis.

Ini salah satu manfaat dari hypnotic seal. Apakah ada efek negatif?

Sudah tentu ada. Jika hypnotic seal dipasang oleh hipnotis atau hipnoterapis yang dikuasai ego, yang ingin berkuasa atas atau mengendalikan kliennya maka akan sangat merugikan klien. Ada segel yang membuat seseorang tidak bisa dihipnosis oleh orang lain selain si pemasang segel. Nah, kalau sudah begini, saat klien membutuhkan bantuan dari terapis lainnya, saat terapis lain berusaha melakukan hipnosis, klien tidak akan bisa masuk ke kondisi hipnosis. Ini sudah tentu sangat merugikan diri klien.

Apakah kita dapat membuka segel yang sudah dipasang? Sudah tentu bisa. Jika di komputer kita bisa meng-crack password maka untuk hypnotic seal juga bisa dilakukan hal yang sama. Asyik, kan?

Untuk bisa membuka maka kita perlu mengenal jenis dan karakteristik hypnotic seal. Lho, memangnya ada berapa macam?

Secara teknis ada lima jenis hypnotic seal. Setiap seal mempunyai karakteristik yang berbeda dan sudah tentu membutuhkan cara yang berbeda untuk bisa membukanya. Di sini dibutuhkan pemahaman mengenai cara kerja pikiran, sugesti, dan level kedalaman trance untuk bisa membuka hypnotic seal yang terpasang di pikiran bawah sadar seseorang.

Ada segel yang membuat seseorang tidak bisa dihipnosis. Ada yang membuat seseorang tidak bisa mendengar suara hipnotis/hipnoterapis selain si operator. Ada juga segel yang membuat seseorang, begitu masuk ke kondisi trance, tidak akan bisa keluar atau bangun kecuali dibangunkan oleh si pemasang segel. Bisa anda bayangkan apa yang akan terjadi bila seseorang dihipnosis lalu, karena efek dari hypnotic seal, ia tidak bisa bangun atau keluar dari kondisi hipnosis, kecuali dibangunkan oleh si operator atau si pemasang segel.

Langkah awal untuk bisa membuka segel adalah dengan mengenali segel jenis apa yang terpasang di pikiran klien. Selanjutnya terapis “hacker” ini menggunakan teknik yang sesuai untuk meng-crack password dari hypnotic seal itu.

Bahaya Self Hypnosis

Oleh : Adi W. Gunawan

Pembaca, kembali saya menulis artikel yang jika hanya dibaca judulnya saja pasti akan menimbulkan kontroversi. Masih ingat beberapa waktu lalu saya menulis artikel dengan judul “Bahaya Berpikir Positif”?

Apakah saya tidak salah pilih judul? Oh, tentu tidak.

Apakah tidak ada judul lain? Wah, kalo judul sih sebenarnya banyak sekali. Tapi judul yang saya pilih kali ini sudah benar. Sekarang anda sabar dulu ya. Nanti setelah selesai membaca artikel ini anda pasti akan memahami maksud saya.

Ok, kalo gitu apa maksud pernyataan di atas?

Ceritanya begini. Secara umum hipnosis sebenarnya ada tiga macam. Pertama, hipnosis yang dilakukan diri sendiri, dikenal dengan nama self hypnosis. Jadi, self hypnosis ini artinya kita menghipnosis diri kita sendiri.

Kedua, hipnosis yang dilakukan seseorang terhadap orang lain. Nah, kalo hipnosis seperti ini disebut dengan nama heterohypnosis. Ini yang biasa dilakukan oleh seorang hypnotist terhadap subjek hipnosis, saat melakukan pertunjukan, atau hipnoterapis terhadap klien, dalam setting terapi.

Ketiga, hipnosis yang disebabkan oleh anestesi yang disebut dengan parahypnosis. Pasien yang telah dianestesi/dibius, walaupun tampak tidak sadarkan diri tetap mampu mendengar suara. Kondisi parahypnosis ini umumnya tidak diketahui atau disadari oleh dokter bedah, anesthesiologist, dan perawat. Apapun yang dikatakan oleh mereka selama proses pembedahan akan didengar oleh pasien dan menjadi sugesti yang sangat powerful karena pasien sebenarnya berada dalam kondisi hipersugestibilitas.

Istilah self hypnosis lebih populer dan dikenal masyarakat daripada heterohypnosis dan parahypnosis. Self hypnosis banyak dianjurkan digunakan untuk mengubah perilaku. Banyak pelatihan mengajarkan self hypnosis. Bahkan ada banyak CD audio yang diklaim mampu membantu pendengarnya melakukan self hypnosis dengan mudah dan efektif.

Nah, jika self hypnosis memang begitu ampuh untuk mengubah perilaku atau meningkatkan kinerja, lalu mengapa saya kok berani-beraninya memilih judul yang berseberangan dengan pandangan awam?

He..he...sekali lagi, sabar dong. Ini kan baru appetizer. Baru pembukaan. Belum masuk ke main course atau menu utama.

Semua hipnosis sebenarnya adalah self hypnosis. Subjek hipnosis hanya bisa dihipnosis, oleh seorang operator (baca: hipnotis/hipnoterapis) bila ia bersedia menerima sugesti yang diberikan kepadanya. Saat seseorang berusaha menghipnosis dirinya sendiri maka ia menggunakan prosedur yang sama. Ia, lebih tepatnya pikirannya, harus bersedia menerima sugesti yang diberikan oleh dirinya sendiri. Namun satu hal yang biasanya tidak disadari kebanyakan orang adalah bahwa self hypnosis bisa terjadi secara tidak disengaja, tanpa disadari.

Apa maksudnya self hypnosis bisa terjadi secara tidak disengaja?

Untuk itu saya perlu menjelaskan terlebih dahulu salah satu definisi hipnosis. Hipnosis adalah suatu kondisi di mana perhatian menjadi sangat terpusat sehingga tingkat sugestibilitas meningkat sangat tinggi.

Jadi, saat pikiran fokus pada sesuatu, bisa kejadian, peristiwa, ide, atau emosi/perasaan maka saat itu pula seseorang sebenarnya telah berada dalam kondisi hipnosis. Jadi, untuk bisa masuk ke kondisi hipnosis tidak sulit seperti yang dibayangkan orang. Tidak harus menggunakan induksi formal atau bantuan operator.

Saat seseorang mengalami emosi yang intens, khususnya emosi negatif, maka pada saat itu gerbang pikiran bawah sadarnya terbuka sangat lebar. Pada saat ini, ide apapun yang diberikan saat kondisi pikiran terfokus, fokus pada emosinya, akan diterima sebagai sebuah sugesti atau perintah hipnotik.

Baru-baru ini seorang kawan dari Balikpapan bercerita mengenai kondisinya. Ia sudah sekitar 5 tahun minum obat penenang. Ia mempunyai kecemasan yang sangat tinggi, takut mati. Dari apa yang ia ceritakan saya tahu bahwa ini semua hanyalah psikosomatis.

Setelah mendengar cukup banyak ceritanya, saya sampai pada satu pencerahan. Ternyata semua diawali saat ia bertemu dengan kawan baiknya, bertahun-tahun lalu, yang mengalami stroke. Kawannya ini berkata, ”Eh, kamu pasti juga akan kena stroke. Cara kamu berjalan persis seperti saat sebelum saya kena stroke. Saat ini kamu kalo jalan agak nyeret kaki, kan?”

Kawan saya menjawab, ”Ah, nggak. Saya dari dulu memang jalannya seperti ini”.

”Tunggu saja. Cepat atau lambat pasti kamu juga akan stroke. Coba lihat wajahmu. Merah seperti wajah saya saat sebelum kena stroke. Kalo nggak percaya, boleh cek tekanan darahmu. Pasti tinggi. Pokoknya kamu hati-hati” tegas kawannya kawan saya ini.

Kawan saya semula tidak terlalu menanggapi apa yang dikatakan kawannya. Namun semakin lama kekhawatirannya akan terkena stroke semakin kuat. Akhirnya kawan saya memutuskan untuk memeriksa tekanan darahnya.

Apa yang terjadi?

Ternyata ”benar”. Tekanan darah kawan saya ini cukup tinggi, jauh di atas rata-rata. Mengetahui hal ini kawan saya menjadi semakin takut. Ia panik. Bahkan hampir pingsan.Dan pada saat itu muncul berbagai pemikiran kreatif yang negatif. Ia membayangkan bagaimana jika sampai ia kena stroke seperti kawannya. Badannya lumpuh separoh. Jalannya miring. Harus pake kursi roda. Pokoknya, yang muncul di pikirannya saat itu, saat mengetahui tekanan darahnya cukup tinggi, adalah berbagai pemikiran negatif.

So, apa yang terjadi selanjutnya?

Badan kawan saya ini memberikan respon yang sesuai. Mulailah muncul ”tanda” bahwa kesehatannya semakin memburuk. Ia menjadi semakin gelisah, susah tidur, tidak bisa konsentrasi, dan akhirnya harus ke psikiater dan diberi penenang.

Apa yang terjadi pada kawan saya ini sebenarnya adalah suatu bentuk self hypnosis. Pada saat emosinya bergejolak, pada saat ia fokus pada perasaan takut dan cemas, pada saat itu sebenarnya ia berada dalam kondisi hipnosis. Dalam kondisi ini ia secara tidak sengaja memberikan sugesti, kepada dirinya sendiri, dalam bentuk berbagai pemikiran negatif, yang muncul dalam bentuk self talk dan gambaran mental. Dan terjadilah seperti yang ia sugestikan.

Saat ini kawan saya begitu sibuk mencemaskan simtom yang ia alami dan ia sudah lupa apa yang sebenarnya menjadi pemicu semua ini.

Bila kita cermati, sebenarnya tekanan darah yang tinggi, saat diukur, bisa disebabkan oleh banyak faktor. Salah satu adalah perasaan takut dan cemas. Saat kita takut atau cemas maka jantung akan berdegup lebih kencang. Ini adalah mekanisme pertahanan diri yang telah terpatri di dalam DNA kita. Hormon adrenalin mengalir deras. Otot-otot tubuh menjadi kaku. Wajah menjadi lebih pucat. Tubuh disiapkan untuk fight (lawan) atau flight (lari). Ini adalah hal yang sangat normal.

Untuk orang yang mengalami depresi maka yang terjadi adalah mereka mensugesti diri mereka sendiri, melalui self hypnosis, dengan automatic thought. Automatic thought ini yang disebut dengan spontaneous self suggestion.

Automatic thougth pada orang depresi adalah perasaan “kehilangan” atau loss. Orang depresi takut kehilangan sesuatu. Ketakutan ini yang terus timbul di pikirannya dan terus menerus mensugesti dirinya. Sedangkan pada orang yang cemas, automatic thought-nya adalah “ancaman” atau threat.

Self hypnosis terjadi pada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Setiap kali pikiran fokus pada sesuatu dan pada saat itu terjadi self talk atau muncul gambaran mental maka pada saat itu telah terjadi self hypnosis.

Self hypnosis negatif ini yang banyak menghancurkan hidup anak-anak kita. Saya sangat banyak bertemu dengan anak yang memberikan label negatif pada diri mereka, ”Saya anak bodoh”, ”Saya nggak pernah bisa berhasil”, ”Matematika itu sulit”, ”Belajar tidak menyenangkan”, ”Sekolah sama dengan penjara”, dan masih banyak lagi.

Dari mana ”belief” ini muncul?

Ya, dari proses enviromental hypnosis yang diperkuat oleh self hypnosis.

Lho, maksudnya?

Begini ceritanya. Misalnya seorang anak ujian, terserah bidang studi apa saja boleh, dan mendapat nilai jelek. Anak ini selanjutnya dimarahi ibunya. Pada saat itu anak menjadi takut. Pada saat sedang takut ia mendapat “sugesti” dari ibunya, “Anak bodoh. Begitu saja nggak bisa. Kamu ini anak siapa sih, kok goblok amat”. (Sebenarnya ya anak si ibu. Lha, kalo bukan anak ibu, masa anak tetangga?)

Sugesti ini masuk sempurna ke pikiran bawah sadar anak. Selajutnya anak kembali mendapat nilai jelek. Dan kembali si ibu memberikan berbagai “sugesti” saat anak merasa takut.

Apa yang terjadi saat anak kembali mendapat nilai jelek?

Pada saat ini anak, yang takut akan dimarahi ibunya, menghipnosis dirinya sendiri dengan perkataan dan pemikiran, “Memang benar, saya ini anak bodoh. Tiap kali ulangan pasti dapat nilai jelek.” Saat anak tiba di rumah, ibunya memperkuat sugesti ini.

Apa yang terjadi selanjutnya?

Anak ini akan menjadi anak yang bodoh. Bukan karena kemampuan otaknya rendah namun lebih karena program pikiran negatif yang telah terinstal di pikiran bawah sadarnya.

Nah, pembaca, anda jelas sekarang? Self hypnosis nggak selamanya baik, kan?

Religious Aspects of Hypnosis

Oleh : Adi W. Gunawan


Pembaca, sebenarnya sudah lama saya ingin sekali menulis artikel ini. Namun karena kesibukan dan fokus saya yang lagi nggak “in” dengan topik ini maka saya menundanya. Keinginan ini muncul lagi saat baru-baru ini saya bertemu dengan seorang kawan yang dengan begitu haqul yakin dan mantap mengatakan bahwa hipnosis adalah ilmu sesat dan dilarang agama.

Nah, apa yang saya tulis di artikel ini merupakan intisari dari edukasi dan diskusi yang saya lakukan dengan kawan saya ini. Setelah mendengar ulasan saya panjang lebar akhirnya kawan saya ini berhasil saya “sesatkan” kembali ke jalan yang benar.

Nah, pembaca, “Apa sih hubungan antara agama dan hipnosis?”

Sebelumnya, saya akan menjelaskan terlebih dahulu definisi hipnosis. Biar kita ada dasar pijakan berpikir yang sama. Ada banyak definisi yang diberikan oleh masing-masing pakar. Namun definisi yang paling banyak digunakan saat ini, yang merupakan definisi resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah Amerika yaitu “Hypnosis is the bypass of the critical factor of conscious mind and the establishment of the acceptable selective thinking” atau Hipnosis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar dan diterimanya pemikiran tertentu.

Definisi di atas sama sekali tidak menyinggung “ilmu” atau “kekuatan” yang ditakutkan oleh kebanyakan orang. Jadi, hipnosis sebenarnya sangat sederhana. Saat terjadi penembusan critical factor dan diterimanya suatu pemikiran (baca: sugesti, ide, atau afirmasi) tertentu maka pada saat itu telah terjadi hipnosis.

Ada juga yang mengatakan bahwa hipnosis itu sama dengan tidur. Inipun tidak tepat. Memang, saat seseorang dalam kondisi hipnosis maka ia akan tampak seperti orang tidur. Namun aktivitas mental yang terjadi sangat berbeda.

Kata “hypnosis” pertama kali digunakan oleh James Braid pada tahun 1842 . Kata ini berasal dari bahasa Yunani, Hypnos, yang sebenarnya adalah nama dewa tidur. James Braid semula berpikir hipnosis sama dengan tidur. Namun setelah ia memahami dengan benar bahwa kondisi hipnosis tidak sama dengan tidur, saat ia menyadari bahwa justru dalam kondisi hipnosis seseorang akan sangat fokus pada satu ide atau pemikiran, pada tahun 1847 ia mencoba mengganti kata hypnosis dengan mono-ideaism. Namun istilah hypnosis telah terlanjur populer dan terus digunakan hingga saat ini.

Jadi, tidak benar jika saat dalam kondisi hipnosis pikiran seseorang bisa dikuasai, ditaklukkan, atau tidak sadar. Justru dalam kondisi hipnosis pikiran seseorang menjadi sangat fokus dengan intensitas yang sangat tinggi.

Setiap upaya masuk ke kondisi hipnosis, baik itu waking hypnosis, self hypnosis, atau hetero-hypnosis, pasti mempunyai tiga komponen. Pertama, orang yang melakukan hipnosis harus mempunyai otoritas, atau paling tidak dipandang sebagai figur otoritas di bidangnya. Ini adalah langkah awal untuk menembus atau membuka celah di critical factor pikiran sadar. Setelah berhasil, dibutuhkan komponen kedua untuk membuat critical factor bersedia menerima informasi yang akan disampaikan. Critical factor akan bertanya, “Mengapa ini bisa bekerja?” Untuk bisa membuat critical factor “puas” maka digunakan salah satu dari tiga otoritas informasi berikut, yaitu doktrin, paradigma (teori atau model) dan trans-logic. Setelah itu baru komponen ketiga digunakan yaitu message unit overload atau membanjiri pikiran dengan sangat banyak unit informasi sehingga pikiran menjadi overload. Saat terjadi overload maka secara alamiah kita masuk dalam mode fight (lawan) atau flight (lari). Jika subjek melakukan fight (melawan) maka ia tidak bisa masuk ke kondisi hipnosis. Saat subjek memutuskan untuk flight (lari) maka saat itu ia akan “masuk” ke dalam pikirannya, melarikan diri dari serbuan unit informasi yang begitu banyak, dan ia masuk ke kondisi hipnosis.

Kondisi hipnosis adalah kondisi alamiah pikiran manusia. Nggak percaya? Pernahkah anda saat mencari sesuatu, katakanlah kunci mobil anda, sudah anda cari ke mana-mana tapi tetap nggak ketemu. Padahal kunci mobil itu tepat berada di depan anda? Pasti pernah mengalami hal seperti ini, kan?

Tahukah anda apa yang terjadi? Yang terjadi adalah anda mengalami negative visual hallucination. Benda yang dicari ada namun anda tidak bisa melihatnya. Dan tahukah anda bahwa saat anda mengalami hal ini, anda sebenarnya berada dalam kondisi very deep trance. Jika menggunakan Davis Husband Scale, dari 30 level kedalaman trance, anda berada di level 29. Ck…ck…ck… luar biasa.

Atau anda mungkin pernah, saat mandi, tiba-tiba merasakan perih di lutut anda. Setelah anda lihat ternyata lutut anda lecet tergores sesuatu. Mengapa baru saat mandi anda merasakannya? Mengapa saat terluka anda sama sekali tidak merasakannya?

Jawabannya sederhana sekali. Saat lutut anda tergores atau terluka pikiran ada sedang sangat fokus pada sesuatu. Saat itu anda sedang dalam kondisi hipnosis yang dalam. Terjadi pain blocking. Anda tidak merasakan sakit sama sekali. Fenomena ini, bila kita tahu caranya, tentunya dengan kondisi hipnosis, dapat dengan sangat mudah diciptakan. Jadi, tidak ada yang aneh atau mistik dalam hal ini.

Atau mungkin anda pernah sedang membaca buku atau nonton tv, saking asyiknya (baca: fokus), anda tidak mendengar saat dipanggil oleh kawan anda. Ini juga contoh kondisi deep hypnosis.

Nah, kembali ke diskusi kita mengenai hubungan agama dan hipnosis. Dengan mengacu pada definisi hipnosis, dan beberapa keterangan tambahan yang telah saya sampaikan di atas maka anda kini sadar bahwa sebenarnya semua, saya ulangi semua, agama sebenarnya telah menggunakan hipnosis untuk memengaruhi umatnya.

Mari kita lihat praktik atau ritual agama. Kita mulai dengan bentuk bangunan ibadah. Bagaimana bentuknya? Pasti berdiri tegak, besar, dan megah. Lalu, saat kita berada di dalam bangunan ini, bagaimana bentuk dan ketinggian plafon? Apakah rendah ataukah (sangat) tinggi dan megah? Sudah tentu plafonnya tinggi dan megah.

Apa tujuan atau efeknya terhadap diri kita?

Kita, secara sadar atau tidak, akan merasa kecil. Merasa tidak ada apa-apanya. Otoritas gedung ini, ditambah lagi kita tahu bahwa ini adalah tempat ibadah, membuat kita “takluk” dan “pasrah”. Lalu bagaimana dengan pemuka agama yang menyampaikan “pesan”? Dari mana mereka menyampaikan “pesan” mereka? Apakah mereka berdiri sejajar dengan umat ataukah lebih tinggi?

Sudah tentu lebih tinggi. Biasanya di atas mimbar khusus yang hanya diperuntukkan untuk orang-orang khusus. Ini juga salah satu bentuk otoritas. Begitu pikiran sadar kita melihat figur otoritas maka critical factor langsung terpengaruh dan mulai membuka.

Lalu, apa yang digunakan untuk komponen kedua? Benar, sekali. “Pesan” yang disampaikan itu dikutip dari kitab suci, langsung menembus critical factor, dan masuk ke pikiran bawah sadar. “Pesan” ini biasanya dalam bentuk doktrin.

Bagaimana dengan komponen ketiga, message unit overload? Caranya adalah dengan menggunakan repetisi atau emosi. Saat sesuatu “pesan” disampaikan berulang-ulang atau suatu emosi berhasil digugah dan dibuat menjadi intens, baik itu emosi positif maupun negatif, misalnya kebahagiaan karena akan masuk surga atau kengerian dan ketakutan siksa neraka, maka semua unit informasi ini membanjiri pikiran dan menciptakan kondisi overload. Menggugah emosi bisa juga dengan melalui lagu-lagu dengan irama yang lembut dengan syair yang menghanyutkan perasaan atau dengan wangi-wangian tertentu.

Sekarang coba kita lihat ritual doa. Apa yang dilakukan umat sebelum berdoa? Apakah mereka akan ribut, cerita-cerita sendiri, ataukah mereka akan berlutut, diam, hening, dan memusatkan perhatian mereka pada doa yang akan diucapkan? Kondisi pemusatan perhatian ini sebenarnya adalah untuk masuk ke kondisi hipnosis, yang kalau dalam bahasa agama disebut dengan kondisi khusyuk. Setelah pikiran terpusat, hati tenang, barulah doa dibacakan atau diucapkan. Doa yang diucapkan ini sebenarnya adalah sugesti atau afirmasi. Jika doa ini diucapkan sendiri maka ia menjadi auto-suggestion melalui self hypnosis.

Bagaimana doa dengan hanya membaca satu atau dua ayat tertentu dan diulang-ulang? Inipun sama saja. Dengan pemusatan pikiran terhadap doa yang dibacakan akan tercipta kondisi hipnosis (baca: khusyuk).

Bagaimana dengan latihan meditasi dengan objek pernapasan? Bagaimana dengan orang yang melakukan liamkeng atau berlatih meditasi dengan fokus pada suara yang timbul akibat ketukan pada alat bantu tertentu?

Semuanya sama saja. Intinya adalah adanya pemusatan perhatian atau fokus pada sesuatu objek dan adanya repetisi. Semua akan mengakibatkan kondisi overload yang akhirnya akan mengakibatkan kondisi hipnosis.

Banyak orang sangat ingin masuk ke kondisi khusyuk. Namun kondisi ini hanya bisa mereka capai sesekali saja. Tidak bisa diulang sesuai keinginan. Mengapa? Karena kebanyakan kita tidak mengerti mekanisme untuk masuk ke kondisi khusyuk ini. Kita selama ini hanya menggunakan cara trial and error. Ada yang bisa dengan sangat mudah menjadi khusyuk namun ia tidak bisa menjelaskan atau mengajarkan caranya kepada orang lain.

Sulitkah untuk menjadi fokus atau khusyuk? Sama sekali tidak. Justru bila kita tahu caranya kita bisa membuat diri kita khusyuk kapanpun dan di manapun dengan sangat mudah dan cepat.

Banyak orang yang saat berdoa, begitu khusyuknya, sampai merasakan keheningan luar biasa yang disertai perasaan gembira, bahagia, dan damai yang tak terlukiskan dengan kata-kata. Sungguh pengalaman euphoria spiritual yang sangat luar biasa. Apakah ini ada hubungan dengan kondisi hipnosis? Sudah tentu. Kondisi ini mirip sekali dengan salah satu kondisi hipnosis yang sangat dalam, yang bila kita bisa masuk ke kondisi ini, kita akan merasakan perasaan bahagia, damai, dan luar biasa “enak”. Orang yang berhasil masuk ke kondisi ini biasanya ingin seterusnya berada di kondisi ini karena begitu luar biasanya perasaan mereka.

Kondisi hipnosis jugalah yang sebenarnya digunakan untuk membentuk, membangun, dan memperkuat belief seseorang terhadap doktrin suatu agama. Saat anak masih kecil basically mereka sangat sering berada dalam kondisi hipnosis secara alamiah. Bila doktrin agama diajarkan pada saat anak masih kecil maka efeknya akan sangat kuat.

Mengapa?

Karena saat masih kecil, usia 0 – 3 tahun, anak belum mempunyai critical factor. Saat usia 3 tahun critical factor baru mulai terbentuk dan akan semakin menebal dan kuat pada usia 8 tahun. Critical factor akan benar-benar tebal saat usia 11 tahun dan ke atas.

Agar doktrin benar-benar diyakini kebenarannya, dipegang dengan sangat kuat oleh seseorang maka doktrin ini harus masuk dalam bentuk belief yang dikaitkan dengan emosi yang sangat intens. Dan belief ini bila terus diperkuat , dengan berbagai repetisi, akhirnya menjadi faith atau iman. Berikut saya kutipkan definisi faith dari kamus elektronika Encarta, Faith: belief or trust: belief in, devotion to, or trust in somebody or something, especially without logical proof” atau “Iman: kepercayaan pada, kepercayaan yang sangat kuat pada seseorang atau sesuatu, biasanya tanpa bukti yang logis.”

Belief yang sudah berhasil dibentuk, dibangun, dan diperkuat akhirnya akan mengkristal menjadi value, yang biasanya menempati level tertinggi dalam hirarki value seseorang. Dan untuk mengubah value ini, sangat-sangat sulit, jika tidak mau dikatakan tidak bisa.

Sebagai penutup artikel ini berikut saya kutipkan email dari dua orang pembaca buku dan artikel saya.


Terima Kasih dari Seorang Pastor

Saya sudah membaca buku anda berjudul, Hypnosis: The Art of Subconscious Communication, dan Becoming a Money Magnet. Tulisan anda sangat memperkaya hidup pastor.

Sangat efektif sekali hypnosis untuk keperluan terapi. Banyak masalah emosi terluka/perasaan terluka tersembuhkan dengan hypnosis.Saya ini seorang imam, banyak umat datang ke tempat saya, saya ajak umat untuk berdoa/meditasi,setelah sungguh hening-memasuki gelombang alpa-theta, barulah membacakan firman Tuhan.Hal positif. Ini sungguh mengubah hidup umat. Kebencian bisa tergantikan dengan pengampunan. Betul kata anda. Salah membuat kalimat ketika orang berada dalam gelombang theta or alpha, maka berdampak buruk. Pikiran dan perkataan kita harus selalu positif sehingga melahirkan hal positif.

Berlimpah Terima Kasih,

T. Budi

Saling Meneguhkan

Saya sudah membaca hampir semua artikel yang Bapak tulis, dan saya sangat tertarik untuk mempelajarinya lebih dalam. Saya sedang memesan beberapa buku Bapak.

Mengapa saya tertarik?

Sebelumnya saya buta sama sekali tentang hypnosis karena saya pikir dulu itu adalah ilmu sesat. Tetapi setelah saya membaca artikel-artikel yang Bapak tulis, ternyata anggapan saya keliru. Bahkan apa yang Bapak ajarkan, itu juga yang saya ajarkan. Bedanya saya melalui jalur agama, sedangkan Bapak dari jalur sekuler.

Dan banyak hal ternyata yang selama ini saya tahu dan ajarkan, ternyata setelah saya membaca tulisan Pak Adi, baru saya tahu alasan lain yang ditinjau dari ilmu yang Bapak pelajari. Jadi kesimpulannya adalah saling meneguhkan.

Sekali lagi terima kasih banyak atas pencerahannya Pak. Saya ingin sekali berdiskusi dengan Bapak jikalau ada kesempatan.

Hormat saya,
Pdt. F.G.

Nah, pembaca, setelah anda membaca sejauh ini, bagaimana pandangan anda mengenai hipnosis? Apakah anda akhirnya “tersesat” kembali ke jalan yang benar seperti kawan saya?